Banjir Order Cetak Aksara Bali, Disbud Terima Konsultasi Penulisan Aksara yang Benar

Sejak diterapkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali

Banjir Order Cetak Aksara Bali, Disbud Terima Konsultasi Penulisan Aksara yang Benar
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Tampak prasasti kantor Wali Kota Denpasar, yang telah menggunakan dwiaksara, yakni huruf latin dan Bali, dengan background merah putih. Namun, ada juga prasasti dengan background warna gelap seperti di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, 

Biaya pembuatan papan nama kantor atau nama ruangan yang berisikan aksara Bali di `Stempel Dolar` bergantung ukuran dan jumlah huruf. Sedangkan, untuk cetakan yang timbul dihitung per centimeter.

Di tempat terpisah, salah satu tempat percetakan papan di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Nabariztha Reklame, juga mengaku ada peningkatan pemesanan papan nama semenjak adanya pergub tersebut.

Namun, di tempat ini peningkatannya dikatakan tidak begitu signifikan.

“Ada memang cuma tidak begitu besar. Di sini, yang banyak pesan itu dari pura-pura dan banjar. Dari pemerintahan tidak ada pemesanan,” kata pemilik Nabariztha Reklame, Heriyoso, saat ditemui pekan lalu.

Nabariztha Reklame menerima jasa pencetakan papan nama baik yang timbul maupun yang biasa. Namun, jika diminta oleh pemesan untuk membuat sendiri aksara Bali, Heriyoso mengaku tidak mau ambil resiko.

“Memang ada aplikasi aksara Bali di komputer, tapi kan kami juga tidak bisa gunakan. Takut ada kekeliruan. Karena itu,  kami cuma terima pesanan yang sudah ada contoh desainnya. Karena karyawan saya tidak ada yang bisa aksara Bali,” kata Heriyoso.

Hal serupa juga dilakukan oleh tempat percetakan Lentera Advertising yang ada di Jalan Letda Made Putra, Denpasar.

Menurut sejumlah karyawan yang bertugas di sana, mereka tidak menerima jasa pembuatan aksara Bali, melainkan hanya menerima jasa pencetakan bagi yang sudah bawa desain.

“Kalau ada desainnya bisa cetak di kami. Kami gak ada karyawan yang bisa basa Bali soalnya. Aksara Bali kan rumit itu, takut salah,” kata kasir yang bertugas di Lentera Advertising.

Ia juga mengakui bahwa dalam tiga bulan terakhir memang ada peningkatan permintaan untuk cetak papan nama bertuliskan aksara Bali.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved