Pilpres 2019

Bawaslu Singgung Soal Keamanan Saksi Saat investigasi Kasus Dugaan Pelanggaran Gubernur Bali

Dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster saat acara Millenial Road Safety Festival 2019 pada tanggal 17 Februari lalu akhirnya

Bawaslu Singgung Soal Keamanan Saksi Saat investigasi Kasus Dugaan Pelanggaran Gubernur Bali
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Gubernur Bali, Wayan Koster saat memberikan sambutan kepada generasi millenial yang hadir di Lapangan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali pada Minggu (17/2/2019) sore. 

Bawaslu Singgung Soal Keamanan Saksi Saat investigasi Kasus Dugaan Pelanggaran Gubernur Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster saat acara Millenial Road Safety Festival 2019 pada tanggal 17 Februari lalu akhirnya kembali bergulir.

Bawaslu Bali memutuskan membentuk Tim Investigasi untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

Hanya saja, sayangnya Bawaslu terkesan menutupi terkait tim investigasi tersebut.

Bawaslu Bali beralasan bahwa pihaknya ingin menjaga keamanan terhadap pihak-pihak yang memberi keterangan kepada Bawaslu dalam investigasi tersebut.

Komisioner Divisi Hukum, Data dan Informasi Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjelaskan, tim terdiri dari Ketua serta Anggota Bawaslu ditambah jajaran Sekretariat, tengah melakukan pencarian informasi.

“Tim sudah berjalan. Sesuai dengan mekanisme kami tidak bisa mengumumkan. Karena ini termasuk perlindungan terhadap pihak-pihak yang memberikan keterangan,” ujarnya Selasa (26/2/2019).

Saat disinggung sampai kapan tim tersebut akan bekerja, Raka Sandi melanjutkan pihaknya bekerja tanpa ada batasan waktu.

Hanya saja, pihaknya berharap kasus dugaan kampanye yang melibatkan kepala daerah tersebut akan segera terselesaikan.

“Dalam aturan Bawaslu tidak dibatasi, tapi kami berprinsip, mudah-mudahan ini bisa diselasikan dengan cepat,” tegasnya.

Ia kembali menerangkan bahwa tidak ada batasannya, dikarenakan proses menghimpun informasi tidak mudah.

Di samping itu, Bawaslu Bali tak boleh salah dalam mengambil langkah serta kesimpulan yang keliru.

"Proses menghimpun informasi itu tidak mudah. Di samping itu, kami tidak boleh salah dalam mengambil langkah serta kesimpulan yang keliru," paparnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved