Dipolisikan Balik Oleh Warga Ashram Gandhi Klungkung, Ipung : Ini Yang Saya Tunggu-Tunggu

Menanggapi hal itu, Ipung saat dikonfirmasi terkait adanya laporan ini tampak terkesan santai-santai saja.

Dipolisikan Balik Oleh Warga Ashram Gandhi Klungkung, Ipung : Ini Yang Saya Tunggu-Tunggu
KOMPAS.com/SRI LESTARI
Siti Sapurah dari P2TP2A Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dugaan kasus paedofilia yang melibatkan tokoh agama di Bali kembali disorot.

Seperti diketahui, tokoh pemerhati anak, Siti Sapurah alias Ipung per akhir Januari 2019 kemarin kembali mengkonfrontir kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini.

Namun kini, upaya tersebut berbuntut panjang bahkan menjadi bumerang bagi dirinya. 

Baca: Warga Ashram Gandhi Klungkung Polisikan Ipung Karena Dianggap Cemarkan Nama Baik

Diketahui, Ipung kini dilaporkan oleh Warga Ashram Gandhi, Klungkung yang merasa keberatan atas tindakan Ipung dalam mengungkap dugaan kasus ini.

Sejumlah warga Ashram yang diwakili oleh I Wayan Sari Dika menilai, Ipung diduga telah melanggar Undang-Undang ITE Pasal 27 nomer 3 tentang pencemaran nama baik.

Terutama karena isu yang dihembuskan Ipung soal kasus paedofilia selama ini yang dinilai sebagai ujaran kebencian, penghinaan dan fitnah yang ditujukan kepada asrama keagamaan ini melalui jejaring sosial.

Menanggapi hal itu, Ipung saat dikonfirmasi terkait adanya laporan ini tampak terkesan santai-santai saja.

Bahkan, ia mengaku justru telah menunggu hal ini sejak lama.

''Ini yang memang saya tunggu-tungu sejak jauh-jauh hari. Dengan dilaporkannya saya ini, bak dayung bersambut jadinya,'' akunya dikonfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Dengan begitu, kata dia, tentu polisi akan menindaklanjuti kasus ini secara lebih mendalam, termasuk juga keterangan dirinya sebagai terlapor.

Dirinya mengaku siap bertanggungjawab atas seluruh pernyataannya dan mengikuti prosedur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

''Termasuk disana saya juga akan memberikan keterangan apapun, termasuk menyebut siapapun yang terlibat kasus ini,'' terangnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved