Berita Pemkot Denpasar

Gelar Seminar Denpasar Kota Budaya, Rai Mantra: Penguatan Kebudayaan Dukung Pengembangan Ekraf

Pemkot Denpasar menggelar Seminar Nasional bertajuk Denpasar Kota Budaya Menuju Keadaban dan Kesejahteraan

Gelar Seminar Denpasar Kota Budaya, Rai Mantra: Penguatan Kebudayaan Dukung Pengembangan Ekraf
Humas Pemkot Denpasar
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid bersama Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka seminar nasional bertajuk Denpasar Kota Budaya Menuju Keadaban dan Kesejahteraan di Inna Grand Bali Beach, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian menyambut HUT ke-231 Kota Denpasar tahun 2019, Pemkot Denpasar melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar kembali menggelar Seminar Nasional bertajuk Denpasar Kota Budaya Menuju Keadaban dan Kesejahteraan.

Kegiatan yang turut menghadirkan narasumber tingkat nasional ini dibuka langsung Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid yang ditandai dengan pemukulan Gong yang disaksikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama seluruh peserta seminar di Hotel Inna Grand Bali Beach, Selasa (26/2/2019).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut selaku keynote speaker, Sekretaris Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR RI, Firman H. Napitupulu yang membawa materi tentang peramasalahan kota di dunia serta budaya sebuah pilihan.

Baca: Berkat JKN-KIS, Made Astawa Kini Sembuh dari Penyakit Usus Buntu

Baca: Serbu Markas ISIS di Irak, Pasukan Elit Inggris Temukan Kepala 50 Perempuan Yazidiz di Tong Sampah

Mantan Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak, Akademisi UGM laretna T. Adhisakti serta Tim Ahli Pembangunan Pemkot Denpasar.

Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar, Ida Ayu Ketut Purbadewi menjelaskan bahwa adapun tujuan pelaksanaan seminar nasional ini adalah guna membahas secara holistik mengenai pengetahuan budaya serta pentingnya penguatan kebudayaan di Kota Denpasar.

Dengan demikian, upaya pemajuan kebudayaan di Kota Denpasar yang telah diamanatkan dalam Undang-undang dapat dimaksimalkan.

Baca: Ahok Akhirnya Klarifikasi Hubungannya Dan Isu Negatif Tentang Puput : ‘Kalau Mau Salahkan Saya’

Baca: Mohon Doa Restu, Kadek Dwi Tjahyadi Akan Wakili Bali dalam Masterchef Indonesia

“Tentunya sebelum diterapkan, harus dilaksanakan beragam diskusi, seminar dan FGD sehingga pemajuan kebudayaan yang bermuara pada penguatan kebudayaan dapat terlaksana dengan maksimal," jelasnya.

Adapun dari seminar ini turut membahas beberapa topik.

Yakni pemahaman filosofi, indikator dan infrastruktur kota budaya, regulasi, manajemen, dan tahapan pelaksanaan kota budaya, implementasi kota budaya dengan modal dasar budaya unggul dalam kaitanya dengan indeks pembangunan kebudayaan serta indikator di era pemajuan kebudayaan.

Baca: Sah, Syahrini Resmi Jadi Istri Reino Barack, Pengusaha Tajir Indonesia Ini Turut Jadi Saksi

Baca: Jelang Karya di Pura Besakih, Kamar Penitipan Jenazah di RSUD Sanjiwani Gianyar Overload

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved