Krama Diharapkan Menjor untuk Panca Wali Krama

Dalam rangkaian upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih, PHDI Bali mengimbau semua masyarakat yang berada di jalur melasti agar membuat penjor

Krama Diharapkan Menjor untuk Panca Wali Krama
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Sejumlah penjor besar dalam rangka memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan di kawasan jalan Raya Canggu, Badung, Bali, Rabu (10/2/2016). Penjor-penjor tersebut menarik perhatian warga atau wisatawan yang melintas dikawasan tersebut. 

Namun dalam pembuatan penjor tersebut ada larangan yang mesti diikuti.

Tali pengikat hiasan penjor tidak diperbolehkan menggunakan tali rafia atau tali plastik.

Yang digunakan yakni tali dari bambu atau bahan alami sejenisnya atau bisa juga menggunakan benang.

Segala sarana yang dipersembahkan juga tidak dibungkus dengan plastik.

"Bahan-bahan yang dipergunakan tidak boleh yang tidak alami. Harus alami," imbuhnya.

Baca: Dipolisikan Balik Oleh Warga Ashram Gandhi Klungkung, Ipung : Ini Yang Saya Tunggu-Tunggu

Baca: Gigitan Ular Kecil Ini Sangat Mematikan, Bocah Cerdas dan Periang di Samplangan Jadi Korbannya

Penjor ini dilengkapi dengan pala bungkah (umbi-umbian), pala gantung, tebu, jajan, kelapa, dan tak lupa juga kasa putih kuning.

Penjor juga dilengkapi dengan sanggah yang nantinya akan diisi dengan banten pejati.

Sedangkan bambu yang digunakan sebagai penjor diusahakan dikerik.

Penjor ini dicabut tanggal 12 April 2019 yang bertepatan dengan penyineb karya Panca Wali Krama di Besakih.

Panca Wali Krama di Pura Besakih akan digelar bulan Maret 2019 ini.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved