Berita Banyuwangi

Empat Kabupaten Adopsi Program-program Banyuwangi

Empat kabupaten ramai-ramai datang ke Banyuwangi untuk mengadopsi dan mengembangkan program-program inovasi dari Banyuwangi

Empat Kabupaten Adopsi Program-program Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Empat kabupaten ramai-ramai datang ke Banyuwangi untuk mengadopsi dan mengembangkan program-program inovasi dari Banyuwangi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Empat kabupaten ramai-ramai datang ke Banyuwangi untuk mengadopsi dan mengembangkan program-program inovasi dari Banyuwangi.

Dua di antaranya adalah Bupati Lebak Provinsi Banten, Iti Octavia Jayabaya, dan Wakil Bupati Semarang Provinsi Jawa Tengah, Ngesti Nugraha, Kamis (28/2/2019).

Selain dua daerah tersebut, terdapat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah yang juga turut mengadopsi program inovatif Banyuwangi.

Baca: Perbekel Gila Mesatua Bali, Rayakan Bulan Bahasa Bali dengan Buat Video Mesatua Setiap Hari

Baca: Inilah Sosok Ibu Reino Barack, Wanita Asli Jepang Yang Cantik Dan Anggun Kini Jadi Mertua Syahrini

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, Banyuwangi telah mengalami lompatan yang signifikan dalam tujuh tahun terakhir.

Terutama, dari segi penataan dan pengembangan pariwisata.

“Inilah yang menginspirasi kami datang kemari. Lebak memiliki karakter yang hampir sama dengan Banyuwangi. Sebagai kabupaten terluas di Provinsi Banten, kepemilikan lahan masyarakat relatif kecil karena sebagian lahan merupakan kawasan hutan lindung, wilayah PTPN VIII, dan perhutani. Kami ingin belajar bagaimana menyinergikan sumber-sumber daya ini menjadi satu keunggulan yang dapat mendukung sektor pariwisata, sehingga bisa menjadi trigger untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Iti.

Baca: Kodim 1626/Bangli Gelar Donor Darah pada Pembukaan TMMD di Desa Peninjoan

Baca: Sampah di Pantai Usai Upacara Melasti Menjadi Sorotan

Selain pariwisata, Iti juga ingin belajar tata kelola pemerintahan.

“Kami juga ingin belajar e-SAKIP. Banyuwangi SAKIP-nya sudah A, Lebak masih BB. Semoga setelah belajar dari sini, SAKIP kami bisa meningkat,” katanya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha juga mengatakan hal yang senada.

Kedatangannya ini untuk belajar tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan potensi daerah.

Baca: Keuangan Keluarga Ahmad Dhani Disebut Pengacara Sudah Menipis Sejak Jadi Tahanan

Baca: Mencicipi Lawar Soto Babi, Perut Kenyang & Ramah di Kantong

“Kalau kami ingin sharing tentang e-planning, sistem pengelolaan keuangan desa berbasis online e-village budgetting, e-health, dan masih banyak lainnya. Intinya kami ingin belajar banyak hal dari Banyuwangi yang sangat fenomenal ini,” kata Ngesti.

Sejumlah program inovasi Banyuwangi yang akan diadopsi oleh ke-empat daerah antara lain perihal e-kinerja, mal pelayanan publik, e-village budgetting (evb), ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata, perbaikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), hingga Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran, Pengelolaan Keuangan Daerah Terpadu (Simral).

Baca: Tingkatkan Kemampuan Penyidikan, Korwas Bareskrim Polri Gelar Pelatihan

Baca: Sepasang Kekasih Pemilik 13 Paket Kokain Divonis 64 Bulan Penjara

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjelaskan pihaknya senang dengan kehadiran daerah lain ke Banyuwangi.

Selain bisa sharing tentang berbagai program yang telh dikembangkan masing-masing pihak.

“Kami senang apa yang dilakukan Banyuwangi bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia. Era kompetisi telah usai. Yang harus dilakukan adalah saling berkolaborasi agar daerah bisa maju bersama-sama. Sampai saat ini, Banyuwangi juga masih terus belajar dan berbenah. Jika ada inovasi daerah lain yang kami rasa bisa diterapkan di Banyuwangi, ijinkan kami untuk mereplikasinya,” kata Anas. (Haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved