Pesan Penyandang Disabilitas di Bangli untuk Calon Terpilih: Perhatikan Juga Nasib Kami

Harapan itu berupa perhatian dalam wujud nyata, untuk dirinya maupun sesama penyandang disabilitas agar lebih diperhatikan

Pesan Penyandang Disabilitas di Bangli untuk Calon Terpilih: Perhatikan Juga Nasib Kami
Tribun Bali/Fredey Mercury
Gung Darma tampak sibuk melipat surat suara, Rabu (27/2/2019). 

Di tengah hiruk-pikuk persiapan pemilu serentak 17 April mendatang, ada satu harapan besar bagi calon legislatif maupun presiden yang nantinya terpilih.

Harapan itu berupa perhatian dalam wujud nyata, untuk dirinya maupun sesama penyandang disabilitas agar lebih diperhatikan.

"Mungkin bapak atau ibu yang terpilih nanti agar bisa mengutamakan orang seperti saya, penyandang disabilitas. Bukan hanya suara kami yang diutamakan, namun juga perhatian kepada kami. Apakah diberikan bantuan untuk penunjang kami mencari pekerjaan atau dibukakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Ketua KPU Bangli, Putu Pertama Pujawan mengatakan, untuk petugas lipat dan sortir surat suara, pihaknya mempekerjakan sedikitnya 81 orang masyarakat Bangli.

Besaran upah yang diberikan tergolong bervariatif tergantung jenis surat suara. Demikian pula dengan upah yang diterima, juga berdasarkan dari jumlah surat suara yang berhasil dilipat.

Disebutkan untuk biaya satuan sortir dan lipat surat suara presiden dan wakil presiden Rp 75 per lembar, surat suara DPD RI biaya saruannya Rp 100 per lembar.

Sedangkan biaya satuan surat suara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten biaya per lembar masing-masing dihargai Rp 150.

"Untuk pelipatan surat suara ini, semula kami sediakan anggaran total Rp 95 juta. Kami sudah akan revisi di POK dengan menambah Rp 55 juta. Jadi totalnya Rp 120 juta lebih. Diawal Rp 95 juta itu perhitungannya Rp 100 per lembar, ternyata setelah berjalan kegiatannya petugas sortir dan lipat ini hanya mendapatkan Rp 60 ribu hingga 75 ribu. Kasihan mereka kerja dari pagi sampai sore hanya mendapatkan segitu," ungkapnya.

"Sedangkan dengan perubahan yang kami usulkan ini, upah mereka per hari rata-rata mendapatkan Rp 110 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung jumlah lipatan yang mereka selesaikan. Upah ini diakumulasi dan dibayarkan tiap lima hari kerja," ujar Pujawan. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved