Berita Banyuwangi

Banyuwangi Kolaborasi dengan Produsen Suvenir Asian Games, Angkat Kerajinan Lokal

Pemkab Banyuwangi menggandeng Du’anyam untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kerajinan di Banyuwangi

Banyuwangi Kolaborasi dengan Produsen Suvenir Asian Games, Angkat Kerajinan Lokal
Surya/Haorrahman
Bupati Anas bersama Founder dan CEO Du’anyam, Azalea Ayuningtyas. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggandeng Du’anyam, perusahaan bisnis sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan perajin lokal, untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kerajinan di Banyuwangi.

Du’anyam merupakan pemegang lisensi sekaligus produsen suvenir Asian Games 2018 lalu.

Produk-produk kerajinannya juga telah diekspor ke berbagai negara.‎

Baca: Bripda Sani, Pencetak Gol Final Piala AFF 2019 Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Baca: Bukan Bernapas dengan Hidung, Ini Trik Pernapasan yang Benar saat Berlari

“Kita harus kolaborasi untuk terus memperkuat para perajin lokal. Ini Du’anyam digerakkan anak-anak muda hebat yang punya perspektif pasar dan kewirausahaan sosial bagus. Jadi kita ingin melibatkan untuk memberdayakan perajin lokal,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai bertemu dua pendiri Du’anyam, Jumat (1/3/2019).

Dua pendiri Du’anyam yang ke Banyuwangi adalah Hanna Keraf dan Azalea Ayuningtyas.

Keduanya berkeliling di Banyuwangi beberapa hari untuk bertemu dan memetakan potensi kerajinan karya UMKM-UMKM lokal.

Baca: Foto Kebersamaan Syahrini dengan Keluarga Reino Barack Tersebar, Ada Rosano dan Reiko Barack

Baca: 10 Manfaat Mayones yang Jarang Orang Tahu, Bisa untuk Meredakan Luka Bakar hingga Kondisioner Rambut

“Nanti berkala dibikin workshop. Dalam rangkaian Festival Bamboo pada Juni mendatang. Du’anyam akan memberi perspektif pasar dan ekosistem bisnis ke para perajin lokal. Membakar kembali semangat komunitas lokal agar lebih berdaya,” ujar Anas.

Founder dan CEO Du’anyam, Azalea Ayuningtyas mengatakan, pihaknya akan berkeliling mengunjungi sejumlah perajin di Banyuwangi untuk mencari potensi dan menjajaki kerja sama dengan para perajin di Banyuwangi.

Ayuningtyas mengatakan, Du’anyam mendapatkan permintaan pasar yang cukup besar dan konsisten untuk kerajinan anyaman.

Baca: Kenalkan Budaya Bali Sejak Dini, PAUD Kumara Bhuana II Ajak Siswanya Ngelawang

Baca: Luna & Reino Kandas Setelah 5 Tahun Pacaran, Berapa Lama Waktu Ideal Pacaran Sebelum Menikah?

“Kami kemari untuk mencari dan melakukan studi kelayakan. Kami tertarik dengan semangat Banyuwangi yang terus berbenah memberdayakan UMKM-UMKM lokal,” kata Ayuningtyas.

Du’Anyam juga akan memberikan pendampingan kepada para perajin Banyuwangi.

“Pendampingannya meliputi standardisasi kualitas, quality control, packaging, hingga pengiriman. Kami lebih mencari komunitas perajin yang belum mandiri sehingga ada proses pemberdayaan nantinya,” ujarnya.

Baca: BBMKG Wilayah III Denpasar Prediksi Hujan Akan Mengguyur Wilayah Ini

Baca: Cewek Juga Harus Peka! 7 Hal Ini Sangat Diharapkan Cowok dari Pasangannya

Ayu menambahkan, selama di Banyuwangi pihaknya tidak melewatkan kesempatan mengunjungi sejumlah sentra perajin seperti pusat kerajinan bambu di Desa Gintangan.

Desa Gintangan sendiri dikenal sebagai basis perajin bambu.

Desa tersebut memasok kerajinan bambu untuk berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan, hasil olahannya sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Brunei Darussalam, Thailand, dan Maldives. (haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved