Gunakan Brand "Bali" Koster Akan Buat Rumah Industri Desain Produk Pangan dan Sandang Lokal

Gubernur Bali, Wayan Koster akan mengembangkan industri pangan dan sandang yang mampu memaksimalkan nama Bali sebagai sebuah brand.

Gunakan Brand
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Koster saat menerima audiensi dari Kelompok Ahli Bidang Kerjasama Investasi dan Khusus (Pokli KIK) di ruang kerjanya, Jumat (1/3/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster akan mengembangkan industri pangan dan sandang yang mampu memaksimalkan nama Bali sebagai sebuah brand.

Menurutnya, produk dengan brand Bali akan menjadi sangat kuat karena Bali sendiri sudah punya nama besar.

Untuk menjawab persoalan ini, Gubernur Koster mengaku akan segera membentuk semacam ‘rumah desain produk’ yang diperuntukkan sebagai wadah dan fasilitas perencanaan dan pendesainan produk-produk yang nantinya akan diproduksi.

“Masalah keunikan desain, masalah kreativitas, masalah kualitas saya kira di Bali kita tidak kalah dengan yang lain, bahkan negara lain," jelasnya.

Hal ini Gubernur Koster paparkan saat menerima audensi dari Kelompok Ahli Bidang Kerja Sama Investasi dan Khusus (Pokli KIK) di Ruang Kerjanya, Jumat (1/3/2019).

Menurutnya, penggunaan brand Bali dalam aneka produk pangan dan sandang ini, selain akan meningkatkan peran UMKM lokal di Bali, juga akan mengembangkan kreativitas desain produk para pengrajin dan desainer di Pulau Dewata.

“Orientasinya jelas untuk market wisatawan, produk-produk untuk kepentingan mendukung industri wisata di Bali. Namun tidak sampai di sana, kita juga akan kembangkan produk-produk dengan orientasi ekspor,” jelas Gubernur asal Buleleng ini.

Baca: Pariwisata Bali Kalahkan Paris dan London, tapi Manfaatnya Tak Dirasakan Petani

Baca: Koster Siapkan Pergub Pengelolaan Sampah dari Hulu sampai Hilir, Solusi Masalah Penumpukan Sampah

Baca: Jelang Pesta Demokrasi, KPU Badung Ajak Warga Binaan Lapas Perempuan Klas IIA Gunakan Hak Pilih 

"Swiss mengembangkan jam tangan, mengapa Bali tidak bisa untuk mengembangkan produk dengan brand-nya sendiri. Bali sangat mungkin untuk itu bagi saya. Yang penting pengembangannya nanti harus melibatkan masyarakat luas seperti UMKM dan industri kecil. Harus memberdayakan orang lokal,” kata Gubernur.

Menurutnya pemerintah daerah punya tugas untuk menciptakan peluang, mem-back up permodalan demi pertumbuhan industri lokal tersebut.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved