Rancang Kotak Anti Radiasi dari Biomaterial, Tim Unud Raih Emas Malaysia Technology Expo 2019

Tim mahasiswa Universitas Udayana menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas kompetisi penelitian Malaysia Technologi Expo 2019

Rancang Kotak Anti Radiasi dari Biomaterial, Tim Unud Raih Emas Malaysia Technology Expo 2019
Tim Unud
Medali Emas - Tim Unud terdiri dari Nyoman Gede Tryadhi Putra Setiawan (mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis), I Wayan Bagus Perana Sanjaya (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana) dan Ni Nyoman Galuh Sri Wedari (mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), meraih medali emas dalam Malaysia Technologi Expo 2019, di Putra World Trade Centre, Kualalumpur, 20 - 23 Februari 2019.  

Setelah dilakukan riset, mereka menemukan tiga tanaman yang mudah dicari, yaitu ilalang, sekam padi dan daun dadap, yang mana ketiga tanaman ini diyakini mengandung zat silica, yang memiliki banyak fungsi, yang salah satunya menyerap dampak radiasi.

Dari riset itu, Tryadhi bersama kawan-kawan memliki ide membuat sebuah wadah dari bahan ilalang, sekam padi dan daun dadap untuk menghalangi dampak radiasi.

Akhirnya wadah tersebut dibuatlah menyerupai kotak yang berfungsi menghalangi radiasi handphone

“Kami melihat kebiasaan anak muda memakai smartphone di malam hari, yang biasanya kalau bermain smartphone lupa kalau ditinggal tidur di sampingnya, padahal itu berbahaya karena mengandung radiasi dan bisa menyebabkan pusing, insomnia dan bahkan kanker,” terangnya.

Adapun waktu yang diperlukan dalam penelitian sampai tahap perlombaan dilaksanakan selama 4 bulan.

Baca: Made Putra Kembangkan Bisnis Sedotan Berbahan Bambu

Baca: Jadwal Pertandingan Liga Inggris Minggu Ini, Ada Big Match di Derbi London

Saat mencari bahan, ia mengaku yang paling sulit dicari adalah daun dadap karena biasanya ditanam di sanggah (tempat suci) rumah penduduk.

“Teman saya Galuh minta ke tetangganya, 'permisi pak tiang ngalih don dadap angge penelitian, oh nggih' (kata pemiliknya), bahkan sampai dibantu memetiknya. Bapak itu langsung bantu teman saya,” kisahnya.

Setelah terkumpul, ketiga bahan itu kemudian dipotong kecil-kecil dan dicari abunya karena silica terbentuk dari abu.

Abunya dicari dengan cara mengoven pada suhu 250 derajat, potongan tersebut hingga warnanya menjadi hitam.

Setelah itu abu tersebut diaduk dan dibubuhkan lem perekat dengan perbandingan 1:2, yang artinya 300 gram bahannya dan 600 gram untuk perekatnya, dan selanjutnya tinggal dibentuk menjadi kotak.

Baca: Respon Tuduhan Terima Mobil dari ex-Calon Bupati PDIP, Mahfud: 15 Menit Lagi Kakek Lihat TV Ya

Baca: Melalui Penerawangan, Beby Djenar Sebut Syahrini & Reino Barack Bakal Dihantam Orang Ketiga

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved