Koster Klaim Berbagai Kebijakan yang Dikeluarkannya Untuk Menjaga Alam dan Budaya Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster hingga saat ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub).

Koster Klaim Berbagai Kebijakan yang Dikeluarkannya Untuk Menjaga Alam dan Budaya Bali
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Gubernur Bali, Wayan Koster. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster hingga saat ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub).

Pergub misalnya, selama sekian bulan memimpin Bali sudah mengeluarkan beberapa Pergub, seperti Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, dan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan Dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Dikeluarkan pula Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai; dan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran Dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali

Saat melaksanakan kunjungan kerja di Balai Budaya, Gianyar, Sabtu (2/3/2019) pagi, Gubernur Koster mengklaim berbagai kebijakannya itu, terutama Pergub, dikeluarkan guna menjaga keharmonisan alam dan budaya Bali

“Contohnya saja peraturan yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Banyak yang memuji peraturan ini karena hasilnya jelas, tujuannya jelas karena sampah plastik sudah demikian mengancam alam kita,” terangnya.

“Begitupun dengan peraturan penggunaan aksara Bali serta pakaian adat Bali, itu semua merupakan ciri khas kita, dasar budaya kita sebagai orang Bali yang harus kita tunjukkan,” imbuhnya. 

Dengan adanya peraturan mengenai berbusana adat Bali itu, Gubernur Koster mengatakan bahwa kini para pengusaha dan produsen pakaian adat Bali seperti ‘kebanjiran’ order, mengingat pergub tersebut mewajibkan minimal enam kali dalam sebulan untuk berpakaian adat Bali.

“Ada dampak langsung pula kepada pedagang, pengusaha, industri kecil kita di bidang pakaian adat Bali,” sambungnya.

Selain itu, dalam waktu dekat Gubernur Koster juga menyatakan akan gencar untuk mensosialisasikan Pergub Nomor 99 tahun 2018 agar penyerapan produk pertanian lokal di Bali mampu masuk ke Hotel dan Restoran.

“Ini wajib karena ada pergubnya, sehingga pertanian dan pariwisata yang selama ini seperti jalan sendiri-sendiri bisa bersinergi. Pariwisata maju, petani pun bisa tersentuh keuntungan dari industri pariwisata."

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved