Polisi Temukan Barang ini di Tahanan Lapas Kerobokan, Swardhana: Masa Masuk di Kantung?

Polisi Temukan Barang ini di Tahanan Lapas Kerobokan, Swardhana: Masa Masuk di Kantung?

Polisi Temukan Barang ini di Tahanan Lapas Kerobokan, Swardhana: Masa Masuk di Kantung?
TRIBUN BALI/FARIZQI IRWAN
Sekitar 600 Personel Serbu Lapas Kerobokan, Jalan Utama Sampai Ditutup. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kerobokan, Denpasar, Bali diserbu aparat gabungan, Jumat (1/3/2019) malam. 

"Contohnya, kita masyarakat saja yang menjenguk keluarga narapidana itu kan ketat banget diperiksa. Nah ini kok bisa ada barang-barang itu yang notabene dilarang masuk kok bisa lolos ke dalam gituloh," tambahnya.

Ia menyebut, ketika hal itu terus berulang maka sudah jadi hal biasa di masyarakat.

"Memang tidak semua, tapi kita bisa berkata, ah ini bukan rahasia lagi. Jadi ketika ada sidak seperti itu, bukan hal lucu lagi. Jadikan aja sekalian semua adil. Kalau gak ada barang satu, ya semuanya gak ada. Jangan sampai juga tidak adil kepada yang lain," kata pengusaha kue yang hanya menyebutkan sapaannya Wawan itu.

Sementara itu, Gde Made Swardhana, Kriminolog dan Dosen di Universitas Udayana Fakultas Hukum saat dihubungi via telepon sore tadi menjelaskan hal itu bukan hal baru lagi bagi dirinya.

"Saya melihat hal itu bisa saja terjadi. Walaupun mungkin pandangan masyarakat mengatakan di dalam sel itu kosong, hanya ada pakaian, tempat tidur, kamar mandi (mungkin ukuran normal), tapi jika sampai ada barang mewah itu bukan hal baru bagi saya. Menurut saya penemuan ini termasuk kecil," jelas dosen yang mengajar sejak tahun 1984 ini.

Sambung dia, ia pun membandingkan dengan kasus lama mengenai adanya barang-barang mewah di Lapas.

"Kecil ini, masih ingat dengan kasus seorang napi perempuan, sudah lama kejadiannya yang di dalam selnya terdapat salon dan kelengkapan kecantikan. Itu lumayan juga," sambungnya.

Barang-barang yang ditemukan itu pun sebut dia sudah pasti ada yang mengetahui, meski sebelum penggeledahan.

"Kalau penggeledahan di Lapas itu dan kemudian ditemukan TV, handphone, rice cooker, saya bilang saja hal itu sudah diketahui oleh petugas. Kalau petugas tidak mengetahui berarti gagal dong pengamanannya. Jadi pasti mereka tahu, apakah itu ada kerja sama atau bagaimana. Masa TV masuk di kantung? rice cooker? Jadi gimana cara masukan itu?," ungkapnya.

Dia melanjutkan, jadi pertanyaan itu sudah dijawab.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved