Anjing Rabies Renggut Nyawa Warga Tembuku, Nengah Negeng Keluhkan Gejala Ini 2 Bulan Usai Kejadian 

Seorang warga asal Dusun Kedui, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, I Nengah Negeng menjadi korban anjing rabies.

Anjing Rabies Renggut Nyawa Warga Tembuku, Nengah Negeng Keluhkan Gejala Ini 2 Bulan Usai Kejadian 
Dok Dinas Kesehatan Bangli
Dinas Kesehatan Bangli melakukan eliminasi anjing liar, Jumat (1/3/2019). 

Peradangan Otak Akibat Virus

Meski segala upaya telah dilakukan, takdir justru berkata lain. Pukul 22.00 Wita, kondisi Negeng mulai tak stabil dengan kesadaran yang terus menurun.

Pihak medis langsung melakukan upaya penanganan. Namun pukul 23.55 Wita pasien dinyatakan meninggal dunia.

“Diagnosa mengalami peradangan otak akibat virus rabies. Jenazah telah dikuburkan pada Jumat (1/3),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nengah Nadi.

Usai diketahui kejadian tersebut, pihaknya telah mengupayakan penanggulan penyebaran virus rabies.

Bersama dengan Dinas Peternakan Bangli, mereka melakukan penelusuran ke Dusun Kedui dan penanggulangan di lapangan serta tatalaksana kasus yang kontak erat dengan pasien bersangkutan.

“Kami juga melakukan sweeping dan tatalaksana terhadap kasus gigitan lain pada periode yang sama."

"Selain itu kami berupaya melakukan pencegahan kasus rabies secara berkesinambungan ke berbagai pemangku kepentingan seperti sekolah, aparat Banjar/Desa, serta tokoh masyarakat, agar tidak terjadi kasus yang berulang mengingat wilayah Tembuku dan sekitarnya yang merupakan wilayah dengan Zona Merah Rabies,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved