Nyoman Wardana Tewas di Jalanan Tegalalang Ubud, Begini Kronologi yang Merenggut Nyawa ABG ini

Nyoman Wardana Tewas di Jalanan Tegalalang Ubud, Begini Kronologi yang Merenggut Nyawa ABG ini

Nyoman Wardana Tewas di Jalanan Tegalalang Ubud, Begini Kronologi yang Merenggut Nyawa ABG ini
DOK Polres Gianyar
Satlantas Polres Gianyar saat melakukan olah TKP di Jalan Raya Jasan, Tegalalang, Selasa (5/3). 

Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menjelaskan, pada saat peristiwa tersebut cuaca sedang hujan.

Dan sebelum kejadian, sebuah kendaraan pick up yang dikemudikan oleh I Komang Jupriawan datang dari arah timur menuju arah barat (Denpasar menuju Gilimanuk).

Saat tiba di TKP, pengemudi mobil pick up ini melihat ada sebuah sepeda motor jatuh sendiri, sehingga pengemudi ini tetap berjalan pelan-pelan sembari membanting setir ke arah kanan.

Namun, di saat bersamaan juga, Bayu Haji yang membonceng temannya Rahmat Agung Prayogi (22) datang dari arah yang sama dengan kecepatan sedang dan mendahului kendaraan pick up.

“Saat korban ini menyalip, terjadilah benturan antara roda depan/setang kiri sepeda motor dengan mobil pada bagian depan samping kanan hingga mengakibatkan pengendara dan temannya tersebut terseret ke jalur sebelah utara as jalan (berlawan),” ungkapnya.

Dan saat bersamaan juga, lanjut dia, dari arah berlawan datang kendaraan roda empat juga yang dikendarai Komang Adi Bintang Suputra (24) dan kemudian benturan dengan korban yang sebelumnya terseret di utara as jalan. 

“Pengendara sepeda motor ini terpental ke arah timur, dan tergeletak di jalan aspal sebelah utara as jalan dan meninggal dunia,” imbuhnya sembari mengatakan teman korban saat ini masih dirawat di BRSU Tabanan.

AKP Kalpika menyatakan, dugaan sementara korban mengalami pecah kepala lantaran setelah terbentur sempat terserempet dengan kendaraan roda empat yang datang dari arah berlawanan.

Selain menimbulkan korban jiwa, tiga kendaraan yang terlibat dalam lakalantas ini juga mengalami kerusakan.

“Sementara pengendara sepeda motor kurang berhati-hati saat mendahului kendaraan lain di Jalan Raya. Terlebih lagi saat itu cuaca sedang hujan dan medan jalan menurun,” tandasnya. 

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar selalu berhati-hati saat berkendara, terlebih saat cuaca hujan disertai jalan turunan.

Selain itu juga, harus tetap waspada dan perhatikan situasi serta kondisi lalulintas saat hendak mendahului kendaraan lain.

Sementara itu, seorang Dokter MOD BRSU Tabanan, dr Gede Harry Kurnia Prawedana mengungkapkan, korban tiba di BRSU Tabanan sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat tiba, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tempurung kepala dalam keadaan pecah.

Selain itu juga korban mengalami patah pada lengan kiri dan mengalami robek sekitar 7 centimeter.

“Untuk di wajah korban juga ada tulang yang retak dan luka terbuka di kepala. Dugaan sementara jika melihat dari kondisi korban, ia mengalami kecelakaan karena terlindas sesuatu,” ucapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved