Pemilu 2019

Warga Paris Masuk DPT, Ini Penjelasan KPU Tabanan, Bawaslu: 6 DPT WNA Tersebar

Pria kelahiran Neujlly Sur Seine ini memilik e-KTP dan beralamat di Desa Sudimara, Tabanan.

Warga Paris Masuk DPT, Ini Penjelasan KPU Tabanan, Bawaslu: 6 DPT WNA Tersebar
dokumentasi KPU Tabanan
Seorang WNA yang masuk dalam DPT bernama Francis Oliver Georges Couderq. Pria kelahiran Neujlly Sur Seine ini memilik e-KTP dan beralamat di Desa Sudimara, Tabanan. 

KPU Tabanan Pastikan WNA Masuk DPT Tak Bisa Memilih, Bawaslu Masih Tunggu Petunjuk.  KPU menegaskan WNA yang dimaksud tak bisa memilih karena status kewarganegaraannya.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hingga saat ini KPU dan Bawaslu Tabanan masih menelusuri terkait adanya enam Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Tabanan dan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Namun, KPU menegaskan WNA yang dimaksud tak bisa memilih karena status kewarganegaraannya.

Menurut data yang berhasil diperoleh, satu WNA yang masuk dalam DPT bernama Francis Oliver Georges Couderq.

Pria kelahiranNeuilly-sur-Seine, Paris, Prancis ini memilik e-KTP dan beralamat di Desa Sudimara, Tabanan.

Dan status kewarganegaraannya masih asing yakni Prancis.

Baca: Video Viral Drama di Tol Madiun, Penyelamatan Balita hingga Mengusir Ular yang Membuat Panik

Baca: Pemerkosa Wanita 35 Tahun Langsung Tewas, Korban: Saat Lengah Disiram Minyak dan Dibakar

Baca: Begini Potret Sederhana Happy Salma dan Adik Iparnya Tjokorda Maya Saat Persiapan Nyepi

Baca: Perkosa Gadis 13 Tahun, Penyanyi Terkenal Kena Getahnya Lalu Menyesal, Kini Idap Penyakit Mengerikan

Baca: 77 Bule Punya e-KTP, Berawal dari Jembrana, KPU Tabanan Dalami 6 WNA Masuk DPT

"Ini (penelusuran) berdasarkan dari arah pusat (KPU RI) kemudian kami di Kabupaten melakukan faktual WNA ke lapangan," Ketua KPU Tabanan, I Putu Gede Weda Subawa saat dihubungi Jumat (8/3/2019).

"Dan ternyata memang ada sebanyak enam orang yang masuk DPT dan ada orang dari 77 WNA yang memiliki e-KTP," tambahnya.

"Yang jelas kita melihat status kewarganegaraannya. Jika yang bersangkutan masih WNA ya praktis tidak boleh memilih, yang boleh memilih adalah Warga Negara Indonesia," tegasnya.

"Artinya apakah dari pusat diturunkan langsung DPTnya atau memang dari kita (Tabanan) yang memasukkan, itu harus kita cek dulu dan sandingkan dulu datanya," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved