Warung Sembako di Denpasar Terbakar saat Nyepi, Pasutri Alami Luka Bakar

Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, warung itu mengalami kebakaran sekitar pukul 11.25 Wita

Warung Sembako di Denpasar Terbakar saat Nyepi, Pasutri Alami Luka Bakar
Tribun Bali/Busrah Ardans
Lokasi kebakaran di Jalan Badak Agung. Tampak beberapa puing yang sudah dirapikan, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah warung sembako di Jalan Badak Agung, Kamis (7/3/2019) kemarin, mengalami kebakaran.

Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, warung itu mengalami kebakaran sekitar pukul 11.25 Wita.

Berdasarkan data yang diperoleh tribun-bali.com dari Tim ESR Pusdalops PB BPBD Provinsi Bali, kebakaran yang berlangsung tidak lama itu mengakibatkan dua orang mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

Tercatat pasangan suami istri (pasutri) yang menghuni warung sembako tersebut beridentitas Mohammad Musa (21) dan istrinya Hassanah (20).

Seorang tetangga korban, Muawanah (62) saat disambangi tribun-bali.com di rumahnya yang berada dua rumah dari TKP, mengaku terkejut saat pertama kali mendengar suara seperti petir tapi ternyata suara ledakan yang diduga gas bocor.

Dia pun memuji kepedulian masyarakat di sekitar Jalan Badak Agung, tepatnya sekitar Jalan Badak Agung VII yang sigap membantu mengatasi kebakaran tersebut.

Baca: BREAKING NEWS! Hujan Batu-Batu Besar di Jalan Raya Ruteng-Labuan Bajo, 8 Orang Tewas Tertimbun

Baca: Warga Paris Masuk DPT, Ini Penjelasan KPU Tabanan, Bawaslu: 6 DPT WNA Tersebar

"Katanya gas 3 kg yang bocor. Saya tidak melihat langsung tapi yang saya dengar ya, ini simpang siur, katanya ada orang beli gas dalam keadaan bocor terus dikembalikan. Mungkin yang jualan kurang perhatian, terus pagi-pagi mau bikin kopi, kemudian saat mau nyalakan gas itu dah meledak di dalam," katanya.

Dia menjelaskan, kemungkinan kejadian kebakaran terjadi antara pukul 11.00 Wita atau 12.00 Wita, yang saat itu pula hujan tengah deras-derasnya.

"Itu kena luka bakar laki-perempuan (suami-istri) yang jualan itu asal Madura, saya tahu karena sering belanja di sana. Baru saja tinggal di Bali ini. Awalnya dikira sama orang-orang itu petir, karena waktu itu kan hujan deras sekali. Pas keluar orang-orang sudah teriak "...kebakaran-kebakaran..." Itu atapnya sudah terlihat kebakaran. Anak saya masih di kamar mandi saya panggil keluar lihat, karena lokasi kebakaran itu bekas counter anak saya," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved