Kapolresta Denpasar Ajak Pengurus Masjid Jaga Kondusifitas & Sukseskan Pemilu 2019

Kegiatan silaturahmi ini mengundang takmir, pengurus, pimpinan masjid dan musala di Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan sebanyak 100 orang

Kapolresta Denpasar Ajak Pengurus Masjid Jaga Kondusifitas & Sukseskan Pemilu 2019
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan berfoto bersama dengan takmir masjid se-kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan pada Sabtu (9/3/2019). 

Sementara itu, Kapolresta Denpasar mengajak semua untuk menolak paham radikalisme dan penyebaran berita hoax.

Kapolresta Denpasar mengingatkan bahwa pada UU Nomor 7 tahun 2017 bagian 4, tentang Pemilu yakni lrangan kampanye dalam pasal 280 yang menyatakan dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Namun hingga saat ini, Kombes Pol Ruddi Setiawan menambahkan bahwa belum ada indikasi pelanggaran tersebut di wilayah Denpasar dan Badung.

Baca: Pelanggar Sound System Ogoh-ogoh di Denpasar akan Jalani Sidang Tipiring Senin Pekan Depan

Baca: Polres Badung Amankan Kegiatan Kamping Anak SD Se-Bali di Pondok Jaka Sangeh

"Sampai sekarang untuk wilayah khususnya Denpasar dan Badung ini masih kondusif dan aman," lanjutnya.

Asy'ari Muslih selaku Sekertaris Umum MUI Kota Denpasar, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Kapolresta Denpasar.

"Alhamdulillah ini merupakan sebuah hal yang luar biasa. Kita apresiasi dan kita junjung sangat tinggi karena sebagai wadah pemersatu, silaturahmi untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan antara pihak kepolisian dengan pihak takmir masjid," ujarnya.

Kegiatan seperti ini dikatakan Asy'ari Muslih bisa sering dilakukan agar takmir masjid bisa bersinkronisasi dengan pihak Kepolisian Polresta Denpasar.

Baca: Intip Sejarahnya, Mengapa Tanggal 9 Maret Ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional

Baca: Peduli Kasih Lion Air Care, Beri Donasi untuk Panti Asuhan Asuhan Tat Twam Asi Renon

Bahkan bisa menjaga ketertiban, persatuan, persaudaraan, keamanan hingga membawa kedamaian umat bersama.

Sekertaris MUI Kota Denpasar juga mengungkapkan, masjid tetap menjadi pusat kegiatan umat Islam untuk beribadah, pendidikan, kemasyarakatan, keagamaan dan lainnya.

"Masjid itu menjadi tempat ibadah keislaman, jadi apapun itu bisa dilakukan di masjid bahkan dalam pendidikan politik. Namun tidak untuk mempolitisasi masjid," lanjutnya.

Baca: Serda Siswanto Bayu Berencana Menikah, Sang Ayah: Namun, Sang Khalik Telanjur Menjemputnya

Baca: Potensi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Denpasar Imbau Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved