Pelanggar Sound System Ogoh-ogoh di Denpasar akan Jalani Sidang Tipiring Senin Pekan Depan

Beberapa kelompok masyarakat yang terindikasi mempersiapkan sound system saat akan mengarak ogoh-ogoh pun diberikan peringatan tegas

Pelanggar Sound System Ogoh-ogoh di Denpasar akan Jalani Sidang Tipiring Senin Pekan Depan
Satpol PP Kota Denpasar
Sidak sound system sebelum pengerupukan, Selasa (5/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sehari sebelum pelaksanaan pengerupukan, Selasa (5/3/2019), tim gabungan yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Pecalang serta beberapa unsur masyarakat lainnya menggelar sidak yang menyasar ogoh-ogoh yang menggunakan sound system.

Beberapa kelompok masyarakat yang terindikasi mempersiapkan sound system saat akan mengarak ogoh-ogoh pun diberikan peringatan tegas. 

Tak hanya itu, pemilik atau penanggung jawab kelompok yang kedapatan menggunakan sound system pun akan disidang tipiringkan sesuai dengan ketentuan Perda yang berlaku.

Baca: Pengarakan Ogoh-Ogoh di Denpasar Masih Gunakan Sound System,Satpol PP: Keberadaan Mereka Tidak Jelas

Baca: Siapkan dan Pakai Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh, Penanggung Jawab Akan Disidang

Sidak digelar dengan menyasar beberapa titik yakni kawasan Jalan Bung Tomo, Jalan Gunung Agung, Jalan Gunung Batukaru, Jalan Gunung Rinjani, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponogoro, kawasan Jalan Cokroaminoto serta serta beberapa kawasan lainya. 

Bahkan, sidak ini digelar full dari H-1 pengerupukan hingga menjelang petang saat pawai ogoh-ogoh dimulai.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga ketika dikonfirmasi Sabtu (9/3/2019) siang, mengatakan penggunaan sound system yang dapat dikatakan mengganggu keamanan atau membuat kegaduhan ini diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. 

Baca: Ketahuan Pakai Sound System Saat Pengarakan Ogoh-ogoh, Satpol PP Akan Lakukan Ini

Baca: Malam Pengerupukan, Pemkot Minta Ogoh-ogoh Tanpa Sound Sistem di Denpasar, Begini Sebabnya

Dari sidak tersebut pihaknya menemukan tiga kelompok yang tengah menyiapkan sound system untuk pawai ogoh-ogoh.

Sehingga penanggung jawab ketiga kelompok tersebut akan mengikuti sidang tipiring pada Senin (11/3/2019) mendatang.

"Prosesnya Senin dia harus bertanggungjawab. Ada tiga kelompok yang kita temukan, mudah-mudahan datang, kalau tidak datang sulit juga tiang katanya. Ini mengacu pada Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang ketertiban umum, namun yang utama itu sanksi di perarem dalam kesepakatan bersama," kata Sayoga.

Baca: Intip Sejarahnya, Mengapa Tanggal 9 Maret Ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional

Baca: Polres Badung Amankan Kegiatan Kamping Anak SD Se-Bali di Pondok Jaka Sangeh

Sayoga melanjutkan, "Saat sidak baru kami lihat barang bukti ada sound yang baru dipasang. Saat disidak buru-buru dibuka pemiliknya."

Hal itu ia lakukan untuk mengajak seluruh masyarakat menaati aturan yang telah disepakati. 

Mengingat dasar pelarangan sound system saat pengerupukan telah jelas dan disetujui semua pihak. 

"Jadi kami mengajak semua pihak untuk menaati aturan dan kesepakatan yang sudah berlaku, dan bagi yang melanggar pastinya akan ditindak. Bagi yang kedapatan mempersiapkan atau menggunakan sound system apalagi di pinggir jalan langsung kami sita, penanggung jawab dari kelompok tersebut akan kami sidang tipiringkan sesuai ketentuan Perda, dan barang bukti akan diproses sesuai dengan keputusan pengadilan nantinya," kata Sayoga. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved