Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier

Pria berkulit sawo matang ini mengatakan, banyak pengalaman yang ia dapatkan semenjak menjadi seorang wasit resmi sepak bola

Dua Kali Dipukul Suporter hingga Masuk RS, Cerita Wasit Nasional Asal Denpasar Selama Berkarier
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
WASIT SENIOR - Ali Mustofa, salah-satu wasit nasional sepak bola dari Bali, saat ditemui di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (9/3). Ali akan pensiun tahun ini, dan berharap ada penerusnya dari Bali. 

Setiap hari harus meluangkan waktu untuk melatih kekuatan dan daya tahan fisik.

“Walaupun hanya jogging ringan saja, tetap seorang wasit harus melakukanya rutin setiap hari. Juga pengetahuan tentang aturan pertandingan harus senantiasa ditingkatkan,” kata Ali.

Ia berharap, di masa mendatang akan banyak muncul wasit-wasit nasional yang berasal dari Bali, terutama wasit tengah.

Sesuai aturan PSSI (Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia), Ali sekarang memasuki usia menuju pensiun.

Sebab, usia maksimal wasit di Indonesia adalah 45 tahun.

Setelah pensiun, Ali berencana untuk berlanjut ke pekerjaan baru yang masih terkait dengan dunia perwasitan.

Baca: Ramalan Zodiak 10 Maret 2019: Scorpio Harus Tenang, Virgo Banyak Pengeluaran Tidak Penting

Baca: Grand Opening Pasar Badung Diundur Tanggal 22 Maret 2019, Ini Alasannya

Yakni menjadi instruktur wasit.

Dia akan mengambil kursusnya dalam waktu dekat.

“Usia pensiun wasit memang sudah ditentukan oleh PSSI bahwa usia 45 tahun sudah tidak bisa memimpin pertandingan. Saya kan memasuki usia itu. Rencananya saya akan ikut (kursus) penilai wasit atau instruktur wasit. Rencananya habis bulan puasa Ramadan nanti. Sebab, kalau saya berhenti menjadi wasit, ilmunya hilang kan rugi. Jadi ilmu itu ikut dijenjang atau dinaikkan lagi ke instruktur wasit atau penilai wasit, pengawas wasit. Jadi gak jauh-jauh dari wasit, cuma saya gak di lapangan. Saya mengawasi dan menilai dia (wasit) saja,“ katanya.

Selain akan mengambil kursus menjadi instruktur wasit, ia juga berencana melanjutkan pekerjaannya menjadi pelatih fisik freelance untuk anak-anak muda yang akan mengikuti ujian masuk TNI atau Polri.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved