Ular Sanca 2,8 Meter Masuk Rumah Warga di Sanur

Seekor ular sanca masuk ke dalam rumah warga di Jalan Pantai Matahari Terbit tepatnya di Griya Pasir Putih Home Stay, Sanur

Ular Sanca 2,8 Meter Masuk Rumah Warga di Sanur
Istimewa/BPBD Kota Denpasar
Penanganan ular di rumah warga di Jalan Pantai Matahari Terbit tepatnya di Griya Pasir Putih Home Stay, Sanur, Denpasar, Sabtu (10/3/2019) 

"Ular sebenarnya pemalu. Ia tidak akan menyerang bila tidak diserang. Namun saat kita lihat ular dalam otak sudah berpikir untuk membunuh. Coba kita biarkan maka dia akan lewat," kata Adi Saputra.

Sementara itu, beberapa ular memang suka masuk rumah warga.

Hal ini dikarenakan ular suka tempat lembab, ada tumpukan, dan ada tikusnya.

"Jika dalam kepercayaan Bali jika ada ular masuk rumah harus mecaru untuk membersihkan kekotoran secara niskala itu juga bisa, tapi ingat juga membersihkan lingkungan. Jika di rumah ada tikus otomatis ular akan mencari tikus," katanya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat agar tak percaya mitos ular takut garam.

Menurutnya, yang takut garam adalah hewan berlendir seperti belut.

Sementara ular takut dengan wewangian yang menyengat dikarenakan dalam tubuh ular ada jacobson yang jika mencium bau manyengat akan terganggu.

"Ular takut wewangian atau parfum menyengat karena dalam ular ada jacobson, sensorik ular jika ada bau menyengat akan terganggu," katanya.

Selain itu, seseorang juga harus bisa membedakan karakter ular berbisa maupun tidak.

Pertama bisa dilihat dari kepala.

Ular berbisa, bentuk kepalanya cenderung bulat atau segilima.

Sementara jika dilihat dari ekor, ular berbisa hanya memiliki satu sisik di bawah ekor dan yang tidak berbisa dua sisik.

"Tapi yang lebih mudah memang dari bentuk kepala. Karena bisanya ada di dalam kepala bukan di tubuh ular," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved