5 Mitos Seram yang Masih Diyakini Hingga Kini, Mulai dari Menaruh Cermin di Depan Kasur

Saat jiwa manusia akan kembali ke badan, dia akan bingung mendapati dua tubuhnya sedang terlelap di kamarnya.

5 Mitos Seram yang Masih Diyakini Hingga Kini, Mulai dari Menaruh Cermin di Depan Kasur
Dok Pribadi Agung Yudha
Ilustrasi mitos seram yang masih banyak diyakini hingga kini 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Banyak dari kita yang mempercayai ujaran orang tua dulu.

Dianggap memiliki kekuatan, apapun yang diucapkan lantas menjadi keyakinan bagi kebanyakan orang.

Fenomena ini menyebar ke seluruh kebudayaan di dunia.

Di jaman sekarang, walau terkesan tidak masuk akal, hal ini juga kerap tumbuh dan berkembang khususnya di tempat yang masih kental dengan tradisi.

Kita mengenalnya sebagai mitos.

Mitos merupakan sebuah keadaan yang dimana kita berada dalam sesuatu yang belum terbukti kebenarannya namun dipercaya oleh banyak orang.

Bahkan di beberapa kasus, sangat tidak diperbolehkan jika kita melanggar aturan - aturan tersebut.

"Kata orang bisa pamali", ujar sebagian orang.

Apa saja mitos - mitos seram dan terkenal yang masih banyak diyakini hingga saat ini?

1. Tidak Boleh Menaruh Cermin di Depan Kasur

Dipercaya saat tertidur, jiwa manusia sedang menjelajah dunia dan keluar dari raganya.

Saat jiwa manusia akan kembali ke badan, dia akan bingung mendapati dua tubuhnya sedang terlelap di kamarnya.

Refleksi dari cermin ini yang membuat dia bingung harus memasuki tubuh yang mana.

Selain itu, jika manusia terbangun ditengah malam, banyak kejadian yang mendapati dirinya melihat bayangan lain yang ikut berdiam di sampingnya sambil dirinya melihat kejadian itu di refleksi cermin di depannya.

2. Tidak Boleh Bercerita Seram saat Sedang di Tempat Jauh

Sudah menjadi kebiasaan saat berkemah maupun menginap bersama teman - teman, kita membuat sesi cerita seram.

Karena selain menyenangkan, dengan bercerita seram kita akan dapat mengetahui seberani apa teman kita ataupun sensasi merinding yang membuat kita semakin tertantang.

Untuk beberapa kejadian, hal ini justru berbahaya.

Karena mahluk dari dimensi lain tidak memiliki ruang dan waktu yang sama seperti manusia, jadi saat mereka "diceritakan", mereka bisa saja berada tepat di sebelah pencerita.

Ikut mendengarkan dengan khusyuk keasyikan cerita yang di lontarkan oleh teman - teman kita.

3. Tidak Boleh Tidur di waktu Sandikala / Maghrib

Perpindahan waktu dari sore ke malam, dipercaya oleh banyak pihak sebagai waktu terhubungnya gerbang dunia manusia dan dunia lain.

Sejatinya, manusia diposisikan berada dalam kondisi paling sadar untuk melewati waktu yang singkat itu.

Banyak juga agama di dunia melakukan persembahyangan di waktu - waktu sakral ini.

Karena dari itu, manusia diingatkan untuk tidak terlena ataupun tertidur saat melewati momen ini.

Karena jika tidak, hal ini justru akan mengundang "mereka" untuk berada di samping kita.

4. Tidak Boleh Menyapu di Malam Hari

Siang dan malam adalah dunia yang dimiliki oleh alam berbeda.

Untuk itu, manusia sejatinya mulai mengerjakan dan menyelesaikan kegiatannya sebelum matahari terbenam.

Dipercaya, dunia malam telah diambil alih oleh mahluk dari dimensi lain.

Jika manusia melakukan sesuatu seperti menyapu pekarangan di malam hari, banyak yang mempercayai bahwa kegiatan itu justru menarik mahluk halus ke dunia manusia.

5. Tidak Boleh Ganjil Saat Sedang melakukan perjalanan

Ganjil yang dimaksud adalah jumlah orang.

Jika kita melakukan perjalanan jauh / berkemah, diusahakan agar jumlah personilnya adalah genap.

Jika ganjil, maka dipercaya bahwa akan ada yang mengisi kekosongan itu hingga bertambah banyak namun tetap dengan hitungan ganjil.

Siapa yang mengisi?

Yang jelas bukan teman kita. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved