Gubernur Koster Wajibkan Hotel Suguhkan Buah Lokal di Tiap Kamar

Gubernur Koster menyosialisasikan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali

Gubernur Koster Wajibkan Hotel Suguhkan Buah Lokal di Tiap Kamar
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster bertandang ke Kabupaten Jembrana pada┬áMinggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster bertandang ke Kabupaten Jembrana pada Minggu (10/3/2019).

Ia hadir dalam acara sosialisasi, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat bertajuk ‘Tatap Muka Gubenur Bali Bersama Krama Kabupaten Jembrana’ di Gedung Mendapa Kesari, Negara.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster menyosialisasikan kebijakan yang telah dikeluarkannya yakni mengenai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Baca: Begini Kronologi ABG Tega Habisi Nyawa Pacarnya, Orang Tua Korban Curiga Saat Tak Menyahut Panggilan

Baca: PBMB Ngayah Benahi Mobil Pemedek yang Rusak saat Tangkil ke Pura Besakih

Dengan Pergub Nomor 99/2018 itu, Gubernur Koster meyakinkan petani lokal Bali akan memiliki kepastian harga dan keuntungan dalam menjual hasil panennya.

“Melalui Pergub 99, produk pertanian lokal akan dibeli pihak hotel, restoran dan katering dengan harga minimal 20 persen dari biaya produksi, sehingga sudah pasti menguntungkan para petani kita, tidak anjlok,” kata Gubernur Koster di hadapan ratusan krama dan tokoh masyarakat Jembrana yang hadir.

Pemberlakuan Pergub ini, kata dia, bertujuan untuk lebih menyatukan sektor pertanian dengan pariwisata di Bali, sehingga mampu memberikan dampak positif langsung bagi perekonomian kalangan petani.

Baca: Pasemetonan Tidak Hanya Dalam Yadnya, Tapi Juga Bantu Saudara Kurang Mampu

Baca: Atap Ruang Kelas Jebol saat Nyepi, Hari Ini Siswa TK Kumara Guaji Diliburkan

“Bali ini dikunjungi wisatawan mancanegara 7-8 juta orang per tahun, domestiknya 9-10 juta. Misalnya, jika pada musim salak, kita suguhkan salak, musim manggis kita suguhkan manggis dan seterusnya, tidak ada lagi istilah buah lokal kita tidak laku,” kata dia.

“Saya wajibkan sekarang hotelnya minimal di musim salak ada 2 biji salak di tiap kamar. Musim manggis juga begitu. Dan harus dibayar buahnya (kebijakan, red) ini diharuskan dan ditegaskan,” imbuhnya.

Dengan berjalan beriringan, menurut Gubernur Koster, pariwisata bisa turut serta mengangkat ekonomi para petani lokal.

Baca: Hindari 4 Makanan & Minuman Ini Jika Tak Ingin Pencernaanmu Terganggu

Baca: Bawang Putih Naik hingga Rp 5.000/kg, Ini Informasi Daftar Harga Bahan Pokok Hari Ini

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved