Penerimaan Masuk Perguruan Tinggi Mepet dengan UN, Rida Sebut Ganggu Konsentrasi Siswa

Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Made Rida mengeluhkan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang jadwalnya berdekatan dengan ujian nasional

Penerimaan Masuk Perguruan Tinggi Mepet dengan UN, Rida Sebut Ganggu Konsentrasi Siswa
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Made Rida saat ditemui Tribun Bali di ruang kerjanya, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Made Rida mengeluhkan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang jadwalnya terlalu mepet dengan pelaksanaan ujian nasional.

Padahal pihaknya selama ini telah menyiapkan siswa untuk siap dalam menghadapi ujian nasional, dan kali ini hanya tinggal kesiapan mental siswa saja.

Menurutnya, kesiapan mental ini terganggu akibat penerimaan di perguruan tinggi yang terlalu mepet.

Baca: Denpasar Tampak Mendung, BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir Landa Beberapa Wilayah Bali

Baca: 8 Kursi Eselon II Pemkot Denpasar Dibuka, Mau Ikut? Ini Syaratnya

"Karena penerimaan di perguruan tinggi kan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana penerimaan perguruan tinggi itu diadakan beberapa kali tes dan itu mepet dengan ujian nasional. Itu yang membuat agak terganggu gitu," kata dia saat ditemui Tribun Bali di ruang kerjanya, Senin (11/3/2019).

Apalagi, kata dia, hasil ujian nasional nanti sama sekali tidak memengaruhi penerimaan siswa di perguruan tinggi, sehingga para siswa lebih menyiapkan diri ke perguruan tinggi daripada ujian nasional.

Fenomena ini menyebabkan siswa mengeluh dan mereka lebih banyak ke bimbingan belajar untuk persiapan penerimaan masuk perguruan tinggi.

Baca: Ulangan Harian hingga UN di Smansa Menggunakan Komputer, Klaim Lebih Objektif dan Hemat Biaya

Baca: Tes Kepribadian: Baca Karakter dari Bentuk Kerang yang Kamu Pilih, Berhati Lembut atau Emosian?

"Itu masalah sebenarnya. Baru pertama kali seperti ini. Kalau dulu jauh-jauh hari, bulan Juli kan. Jadi mereka sudah konsen ke ujian (nasional) dulu. Sekarang beda, terpecah fokus mereka," kata Rida.

Ujian perguruan tinggi yang mepet ini juga diperparah karena ada yang menggunakan komputer, sementara pihak perguruan tinggi sendiri tidak selalu mempunyai fasilitas yang mendukung untuk hal tersebut.

Sehingga para perguruan tinggi justru meminjam komputer yang ada di beberapa sekolah untuk melaksanakan ujian penerimaan mahasiswa.

Baca: WBP Lapastik Bangli Beri Pelatihan Membuat Kerajinan Cantik Berbahan Dasar Koran Bekas

Baca: 95 Persen Krama Bali Tercover Layanan UHC, Gubernur Koster Klaim Satu-satunya di Indonesia

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved