Pilpres 2019

KPU Bali Coret 33 WNA dari DPT, Bawaslu Temukan 59 WNA Terdaftar Pemilih Tetap

Jumlah warga negara asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 terus bertambah.

KPU Bali Coret 33 WNA dari DPT, Bawaslu Temukan 59 WNA Terdaftar Pemilih Tetap
dokumentasi KPU Tabanan
Seorang WNA yang masuk dalam DPT bernama Francis Oliver Georges Couderq. Pria kelahiran Neujlly Sur Seine ini memilik e-KTP dan beralamat di Desa Sudimara, Tabanan. Dan status kewarganegaraannya masih asing yakni Prancis. 

Hasilnya pun memang benar bahwa mereka adalah WNA.

"Memang kalau menurut undang-undang, bagi yang memiliki KTP elektronik bisa. Tapi mereka kan tidak punya hak politik," ujarnya. 

Bawaslu Bali akan merekomendasikan ke KPU untuk menandai WNA tersebut. Ditandai dengan tujuan C6 atau undangan ke TPS tidak dibagikan.

"Itu untuk tak disalahgunakan," katanya.

Bawaslu melakukan penyisiran data tersebut di luar yang dilakukan KPU. Jadi, ada kemungkinan 33 data KPU bisa jadi bagian dari yang 59 atau bisa berdiri sendiri.

"Kalau berdiri sendiri akan bisa lebih bahyak datanya. Asumsinya kan begitu. Paling banyak di Badung," jelasnya.

Dugaanya, untuk penyebabnya adalah kemungkinan saat pendataan di awal ada kesalahan.

"Nanti data akan diserahkan ke KPU, kita juga sampaikan ini ke pusat ataukah di masing-masing provinsi. Kita masih menunggu arahan dari pusat," jelasnya.

15 WNA di Badung

Terpisah, berdasarkan temuan Bawaslu Kabupaten Badung terdapat 15 WNA masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 Pemilu 2019 di Kabupaten Badung.

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved