Mengintip Rumah Reyot di Atas Rawa Milik Bandar Arisan Rp 1 Miliar, Tetangga: Saya Sakit Hati

Tak ada yang menduga, pelaku penggelapan uang arisan Rp 1 miliar ternyata tinggal di rumah reyot.

Mengintip Rumah Reyot di Atas Rawa Milik Bandar Arisan Rp 1 Miliar, Tetangga: Saya Sakit Hati
tangkap layar tribun sumsel
Tak ada yang menduga, pelaku penggelapan uang arisan Rp 1 miliar ternyata tinggal di rumah reyot. Fakta ini terungkap saat ramai kasus penipuan arisan online di Palembang yang membuat heboh karena sang bandar lari membawa kabur uang anggota hingga Rp 1 miliar. 

Namun sejak awal mengikuti arisan online ini, hingga saat ini Deby tidak pernah merasakan uang arisan tersebut.

"Harusnya tanggal 7 Maret tadi saya narik, tapi sampai sekarang saya belum merasakan arisannya," katanya.

Bahkan, salah satu korban lainnya ada yang narik arisan namun hanya menerima 20 persen dari uang yang seharunya diterima.

"Kan harusnya teman saya ini dapatnya Rp 5 juta, tapi dia nerima cuma Rp 1 juta, alasannya karena yang lain ada nunggak gak bayar jadi uangnya belum terkumpul," ungkapnya

"Tapi anehnya di sosial media dia posting berada di hotel dan pamer emas, nah disitu kemungkinan uangnya dia pakai untuk beli emas hal ini saya lihat distatusnya," tambahnya.

Beberapa korban sudah pernah ke rumah SA namun kondisi rumah dalam keadaan sepi dak pintu rumah dalam keadaan terkunci.

"Nah pas Jumat, ada teman saya melihat dia bersama suaminya di kawasan km 14 naik motor, boncengan tapi saya tidak tahu ke mana," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK AKP Herry membenarkan, adanya laporan korban.

"Benar sekitar belasan orang telah datang atas laporan penipuan arisan online, tapi alat bukti laporan yang mereka bawa belum lengkap dan masih akan melengkapi bukti laporan terlebih dahulu," urainya.

3. Sang Ibu Bandar yang Kabur Sakit

Penipuan dengan modus arisan online yang dilakukan Siti Aisyah alias Nabila Aina alias Iis tidak hanya berdampak pada puluhan korbannya saja, namun juga berdampak pada ibunya.

Sang ibu dari bandar yang kabur dengan uang Rp 1 miliar ini kini tengah jatuh sakit akibat ulah anak kandungnya tersebut.

Saat Tribunsumsel.com menyambangi rumahnya, perempuan yang kerap disapa Cek Ibah itu, terlihat tengah tertidur lelap di lantai ruang depan rumahnya yang juga dijadikan sebagai warung sembako kecil-kecilan, Senin (11/3/2019).

Rumah Cek Ibah hanya berjarak sekitar 50 meter dari kediaman Iis, anak kandungnya yang juga sekaligus owner arisan online Amanah Palembang.

"Baru saja dia tidurnya. Tadi barusan minum obat karena dia lagi demam,"ujar salah seorang tetangga samping rumah Cek Ibah yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya kesehatan Cek Ibah mulai menurun sejak hampir setiap hari rumahnya selalu didatangi orang yang mengaku sebagai korban penipuan yang telah dilakukan Iis.

"Puncaknya beberapa hari lalu, banyak sekali yang datang kesini. Rombongan mereka datang dan minta ganti rugi sama Cek Ibah,"ujarnya.

Dia menyesalkan kenapa ada begitu banyak orang yang mendatangi rumah Cek Ibah untuk meminta pertanggungjawaban.

Sebab pelaku penipuan adalah Iis, sedangkan ibunya tidak tahu dengan apa yang dilakukan oleh anaknya tersebut.

"Walaupun jaraknya dekat, tapi rumah mereka berbeda. Dia (Iis) juga sudah punya keluarga sendiri. Ibunya tidak tahu apa saja yang dikerjakan orang itu. Kasihan Cek Inah kalau terus dikejar-kejar. Buktinya lihatkan, dia sakit,"ucapnya.

Keberadaan Iis sendiri hingga saat ini belum diketahui kejelasannya.

"Setahu saya, sejak menghilangkan Rabu kemarin dia belum pernah pulang kesini. Kami tidak tahu dia dimana,"ungkapnya.

4. Rumah Bandar Arisan Online di Atas Rawa Berpagar Seng

Tribunsumsel.com mendatangi rumah milik owner arisan online Amanah Palembang. Letaknya di Jalan Pangeran Sido ing Lautan Lorong Panglong Tangga Buntung. RUmah itu panggung di atas tanah rawa.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut adalah milik Siti Aisyah atau biasa disapa Iis.

Namun bila dilihat di Facebook yang digunakannya dalam menjalankan operasional arisan online, owner menggunakan nama Nabila Aina.

"Kami kenal namanya Iis, bukan yang lain,"ujar Ana, tetangga owner online Amanah Palembang.

Rumah panggung berbahan dasar kayu milik Iis tampak terlihat sepi. Terdapat seng yang digunakan sebagai pagar pembatas pun tertutup rapat lengkap dengan rantai dan dikunci dengan menggunakan gembok.

Namun, masih terdapat jemuran milik keluarga Iis yang tergantung di balik seng pembatas rumah tersebut.

"Pasti dia perginya buru-buru, jadi ditinggalkannya saja baju itu," kata Ana dengan nada kesal.

Sebelumnya, aksi penipuan dengan modus arisan online menipu 62 orang di Palembang.

Belasan ibu rumah tangga (IRT) kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat laporan penipuan arisan online ini, Minggu (10/3/2019).

Kepada petugas, Deby (33 tahun) warga jalan Naskah Kecamatan Sukarami Palembang ini melaporkan bandar arisan online SA (30 tahun), warga Tangga Buntung Palembang.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah kerugian total dari 62 korban tersebut sebanyak Rp 1 miliar.

"Kalau saya nyetor ke dia itu setiap 10 hari. sekali kita menyetorkan Rp 700 ribu dan saya ikut mulai Januari 2019 lalu," ungkapnya.

Namun sejak awal mengikuti arisan online ini, hingga saat ini Deby tidak pernah merasakan uang arisan tersebut.

"Harusnya tanggal 7 Maret tadi saya narik, tapi sampai sekarang saya belum merasaka arisannya," katanya.

Bahkan, salah satu korban lainnya ada yang narik arisan namun hanya menerima 20 persen dari uang yang seharunya diterima.

"Kan harusnya teman saya ini dapatnya Rp 5 juta, tapi dia nerima cuma Rp 1 juta, alasannya karena yang lain ada nunggak gak bayar jadi uangnya belum terkumpul," ungkapnya

"Tapi anehnya di sosial media dia posting berada di hotel dan pamer emas, nah disitu kemungkinan uangnya dia pakai untuk beli emas hal ini saya lihat distatusnya," tambahnya.

Beberapa korban sudah pernah ke rumah SA namun kondisi rumah dalam keadaan sepi dak pintu rumah dalam keadaan terkunci.

"Nah pas Jumat, ada teman saya melihat dia bersama suaminya di kawasan km 14 naik motor, boncengan tapi saya tidak tahu ke mana," ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK AKP Herry membenarkan, adanya laporan korban.

"Benar sekitar belasan orang telah datang atas laporan penipuan arisan online, tapi alat bukti laporan yang mereka bawa belum lengkap dan masih akan melengkapi bukti laporan terlebih dahulu," urainya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved