Pernah Disengat Ubur-Ubur,Dewa Gede Anom Tetap Ingin Ikuti Nomor Open Water Swimming di Pra Pon 2019

Anom menjelaskan nomor Open Water Swimming merupakan kategori renang yang dilakukan di tempat terbuka seperti laut maupun pantai.

Pernah Disengat Ubur-Ubur,Dewa Gede Anom Tetap Ingin Ikuti Nomor Open Water Swimming di Pra Pon 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Dewa Gede Anom Artha Tanaya di kolam renang Tirta Arum, Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Atlet Renang Denpasar, Dewa Gede Anom Artha Tanaya (19) melakukan persiapan hadapi Pra PON 2019 cabang olahraga (cabor) renang nomor Open Water Swimming (OWS)  atau renang perairan terbuka yang rencananya berlangsung di Makassar pada April 2019 nanti.

Anom merupakan satu diantara atlet renang yang berhasil mendapatkan  medali perak di nomor OWS jarak 5 km dengan waktu 1 jam 07 menit 54,8 detik pada PON 2016 di Jawa Barat kemarin.

Anom menjelaskan nomor OWS merupakan kategori renang yang dilakukan di tempat terbuka seperti laut maupun pantai.

Medan yang dihadapi perenang di nomor OWS pun berbeda dengan nomor biasanya. Anom bercerita, ia sempat menghadapi berbagai macam hal seperti melawan ombak, arus laut ataupun bertemu/disengat ubur-ubur saat berenang di nomor OWS. 

Baca: 231 Atlet Renang Ikuti Wali Kota Cup X Kota Denpasar

Baca: Air Kolam Renang Umum Berisiko Mengandung Urine 20 Galon, Waspadai Efek Kerusakan Organ Vital Ini

Pada Pra PON 2019 nanti Anom berencana akan kembali turun dinomor OWS jarak 5 km.

Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini pun sekarang sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Pra PON 2019.

Persiapan yang ia lakukan berupa latihan rutin setiap hari dan meningkatkan daya tahan fisiknya agar kuat berenang dengan jarak yang jauh.

“Persiapannya sih latihan daya tahan lagi, latihan yang jarak panjang seperti 1500 meter, 1000 meter, saya kan di nomor 5000 meter jadi saya latihan daya tahan saja terus , “ucapnya saat ditemui Tribun Bali di kolam renang Tirta Arum, Abiansemal, Badung, Bali, Minggu (10/3/2019). 

Selain melakukan latihan di kolam renang , ia juga melakukan latihan fisik seperti lari maupun jogging dan terkadang saat liburan ia juga berenang di pantai ditemani oleh Ayahnya.

Baca: Kirim 8 Petinju Bali ke Pra PON 2019, Deddy Turpin Berharap Semuanya Lolos ke PON 2020

Baca: IMI Bali Targetkan Medali Emas PON 2020

“Saya juga latihan fisik sendiri seperti lari. Saya juga kadang berlatih di pantai, saat liburan ke pantai langsung latihan dan didampingi bapak saya, bapak saya naik kano , “ jelasnya.

Di Pra PON 2019 nanti ia bertekad untuk mendapatkan tiket menuju PON 2020.

“Saya pingin masuk PON lagi, mewakili Bali untuk PON kedua kalinya, tekadnya pingin masuk PON lagi,“ tambahnya.

Selain nomor OWS, Anom belum memiliki rencana untuk mengikuti nomor lainnya di Pra PON 2019 cabor renang.

Ia  semangat untuk mengikuti nomor OWS lagi karena merasa tertantang dan saingannya sedikit.

 “Saingan dikit tapi lumayan berat, saya juga merasa tertantang  soalnya kan banyak yang ikut tapi yang dicari juaranya satu, dua dan tiga saja , “katanya

Saat ini, ia belum mencari informasi tentang tempat yang akan dipakai untuk Pra PON 2019, namun ia berharap saat perlombaan nanti airnya tenang. (*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved