Cerita Pecalang dan Warga Saat Melintas di Jembatan Kemuning, Tak Berani Melintas di Waktu Tertentu

Sebelum tergerus, sekitar lokasi diguyur hujan, sertai angin kencang. Volume air sungai cukup tinggi, hingga meluap.

Cerita Pecalang dan Warga Saat Melintas di Jembatan Kemuning, Tak Berani Melintas di Waktu Tertentu
tribun bali/saiful rohim
Kondisi jalan yang menghubungkan Banjar Kemuning - Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, minggu kemarin. Jalan untuk sementara ditutup material agar jalan bisa dilalui. 

Cerita Pecalang dan Warga Saat Melintas di Jembatan Banjar Kemuning, Kini Tak Berani Melintas

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Jalan yang menghubungkan Banjar Kemuning ke Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem kembali tergerus air sungai daksu.

Akibatnya kendaraan roda dua dan empat sulit melintas lantaran kondisi jalanan berlubang.

Pecalang Desa Adat Nangka, I Made Junita mengungkapkan, jalan utama warga Kemuning ke Nangka tergerus sebelum Hari Nyepi.

Sebelum tergerus, sekitar lokasi diguyur hujan, sertai angin kencang. Volume air sungai cukup tinggi, hingga meluap.

Baca: Cium Masalah Ini, Bawaslu Gianyar Tak Segan Bertindak Tegas pada Perbekel, Lurah, dan Staf Desa

Baca: Sudut Pandang M Taufiq di Laga Pamungkas dan Fakta Bhayangkara FC Lebih Superior dari Bali United

Baca: Terbelit Masalah di Rumah dan Pertemanan, Millennials Jangan Ragu Ikut Konseling

Baca: Bawaslu Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Kampanye Wayan Koster di Acara yang Digelar Polda Bali

"Sekarang sudah diperbaiki secara gotong royong. Warga memperbaiki sebelum perayaan Nyepi dan piodalan di Pura Penatarn Nangka," ungkap Junita, Rabu (13 /3/2019).

Sementara jalan yang tergerus aliran sungai ditutup dengaan material yang ada.

Jalan penghubung antara banjar merupakan akses utama warga untuk sekolah dan bersembahyang.

Saat turun hujan, jalanan sama sekali tak bisa dilalui.

Debit air sungai meningkat dan mengalir deras. Warga takut melintas.

Siswa pun terpaksa meliburkan diri sekolah lantaraan takut melintas.

Bagi warga Kemuning, jalanan sekitar Sungai Daksu, merupakan akses cepat menuju Banjar Nangka.

Jaraknya hanya satu kilometer, dan ditempuh sekitar 15 menit. Orang tua siswa asal Nangka yang anaknya sekolah di SDN 3 Buana Giri mengaku dekat.

Seandainya lewat jalan lain, jarak yang harus ditempuh diperkirakan capai 8 kilometer untuk sampai ke lokasi.

Waktu yang dibutuhkan sampai 30 menit lebih. "Lebih cepat lewat jalan ini. Akses warga juga tak terhambat," ungkap I Made Junita. (*)

Baca: Pagi-pagi Oknum PNS Diduga Lakukan Ini Hingga Mobil Goyang, Satpol PP: Setelah Buka Kaca Tancap Gas

Baca: Istri Curiga Toilet Terkunci dari Dalam, Saat Diintip Suaminya Lakukan Hal Tak Teduga Pada Putrinya

Baca: Ilmu Hantu Prajurit Kopassus Bikin Prajurit AS Ketakutan hingga Jenderal di Pentagon Keheranan

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved