Kisah Mekanik Ngayah 24 Jam di Pura Besakih, Kehujanan Sampai Tidur Tanpa Tenda

Banyak cara dilakukan umat sesuai dengan keahliannya untuk ngayah dalam rangkaian Upacara Panca Wali Krama di Besakih.

Kisah Mekanik Ngayah 24 Jam di Pura Besakih, Kehujanan Sampai Tidur Tanpa Tenda
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Ketua Panitia Layanan Anjungan Servis 24 Jam, I Gede Wisnata, saat ditemui di bengkelnya di Ketewel, Gianyar, Senin (11/3/2019). 

Dan, pelayanan tahun ini secara resmi sudah dibuka oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace pada Minggu (10/3).

"Biasanya kita melaksanakan layanan ini tiap tahunnya selama 21 hari. Namun bertepatan dengan Aci Panca Wali Krama yang diadakan di tahun 2019, kita mengadakannya lebih. Dalam artian selama 1 bulan 7 hari,” kata Wisnata kepada Tribun Bali di bengkel mobilnya di Jl ByPass Prof Ida Bagus Mantra, Ketewel, Gianyar, Senin (11/3).

Wisnata pun mengaku memiliki pengalaman suka dan duka saat melakukan kegiatan sosial ini pada 2017 dan 2018.

Misalnya saat dirinya dan teman-temannya mendirikan tenda dengan bambu, namun roboh karena hujan besar.

“Akhirnya, saya dan teman-teman kehujanan sampai tidur tanpa tenda. Namun hal itu hanya sekelumit saja, lebih banyak hal yang menyenangkan dari itu, apalagi niat tulus ikhlas membantu sesama,” ujarnya sumringah.

Dalam kegiatan ngayah ini, PBMB mendirikan sejumlah posko di jalur-jalur menuju Besakih. Mereka fokus pada jalur-jalur ekstrim.

"Ada tiga titik jalur yang dipergunakan dalam mengevakuasi kendaraan yang macet. Pertama di jalur utama yang dari Bukit Jambul menuju Pura Besakih, kedua dari Pempatan menuju Pura Besakih di jalur Kunyitan yang memiliki kepadatan dan tanjakan ekstrim. Ketiga ada jalur dari Muncan melewati Batu Sesah," katanya.

Titik pusat dari posko utama dari layanan ini ada di Kedundung.

"Mengapa kita di situ, karena lebih memudahkan ketika jalur ini mengevakuasi. Bila mana kendaraan mogok di masing-masing tempat parkir kita sudah memasang spanduk yang bertuliskan layanan servis 24 jam.

"Di sana ada nomor-nomor yang dipajang. Bukan hanya itu, kita sudah sebar di medsos. Pemedek bisa saja langsung singgah jika ingin memeriksa kondisi mobilnya. Itu lebih baik dan bagus ketimbang rusak dahulu. Jika merasa kurang enak saat menuju ke sana bisa singgah dulu mengecek kendaraan," ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved