Kisah Mekanik Ngayah 24 Jam di Pura Besakih, Kehujanan Sampai Tidur Tanpa Tenda

Banyak cara dilakukan umat sesuai dengan keahliannya untuk ngayah dalam rangkaian Upacara Panca Wali Krama di Besakih.

Kisah Mekanik Ngayah 24 Jam di Pura Besakih, Kehujanan Sampai Tidur Tanpa Tenda
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Ketua Panitia Layanan Anjungan Servis 24 Jam, I Gede Wisnata, saat ditemui di bengkelnya di Ketewel, Gianyar, Senin (11/3/2019). 

Wisnata mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi dan Karangasem yang sudah menyediakan tenda untuk berteduh.

Ia pun berharap Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali dapat membantu kegiatan ini setiap tahunnya.

"Kita juga berharap pemerintah bisa memberikan kami peralatannya, karena peralatan ini kita meminta kepada rekan anggota. Terus terang kami mayoritas UMKM, otomatis bengkelnya standarnya masih di bawah."

"Misalnya punya dongkrak 10, mereka pergunakan 2, kunci roda 2 dipinjamkan 1. Kalau pemerintah bisa mengagendakan ini, peralatan itu bisa kita pakai tiap tahunnya, tidak lagi meminta ke anggota. Sumber dana juga masih dari anggota sendiri,” katanya.

Selama ini PBMB mengadakan kegiatan ini secara mandiri.

Mereka ngayah sampai menutup bengkelnya, kemudian meminjamkan peralatan, menyumbangkan dana, hingga mencari sponsor dari masing-masing bengkel yang punya rekanan bisnis.

Kedepannya tidak menutup kemungkinan pelayanan gratis ini juga diadakan di pura lainnya di Bali. PBMB selalu siap ngayah dengan tulus dan ikhlas.

Selain itu, PBMB juga pernah melakukan layanan ini di saat hari besar agama lain, seperti pada saat Mudik Lebaran. Servis mudik gratis juga sudah dilakukan tiga kali di Jembatan Timbang Gilimanuk. (busrah ardans)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved