Bisa Sebabkan Keracunan Saraf, Inilah Sejumlah Alasan Baterai Bekas Tidak Boleh Dibuang Sembarangan

Sampah baterai sesungguhnya termasuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana bahaya baterai bekas

Bisa Sebabkan Keracunan Saraf, Inilah Sejumlah Alasan Baterai Bekas Tidak Boleh Dibuang Sembarangan
HandOut
Ilustrasi baterai bekas 

Kenaikan konsentrasi kadmium dalam tanah akan memperbesar penangkapan unsur logam tersebut oleh tanaman dan selanjutnya memasuki rantai makanan.

Dampak yang muncul apabila keracunan logam kadmium adalah tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kehilangan sel darah merah, gangguan lambung serta kerapuhan tulang.

Mangan dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan saraf pada manusia. 

Lalu, bila keracunan mangan maka akan terjadi halusinasi, pelupa serta keracunan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis.

Dalam jangka panjang, kelebihan mangan dapat mengakibatkan impoten.

Baca: TRIBUN WIKI - Ingin Mencari Alat Musik? Berikut 10 Rekomendasi Toko Alat Musik di Kota Denpasar

Baca: Saat Berhubungan Suami Istri Tak Boleh Membayangkan Mantan, Ini Sebabnya

Suatu sindrom lain yang disebabkan oleh mangan adalah memiliki gejala seperti skizofrenia, kebodohan, lemah otot, sakit kepala, dan insomnia.

Sedangkan dalam baterai sekunder seperti baterai Li-Ion yang kerap digunakan untuk ponsel, gawai, laptop, hingga kendaraan kecil maupun besar, di dalamnya terkandung unsur kimia lithium yang mudah bereaksi terhadap oksigen atau air, bahkan guncangan.

Selain itu ada unsur timah, asam sulfat, dan lainnya, yang akan membahayakan tubuh manusia.

Jika terhirup  akan menyebabkan penyakit seperti gangguan pernapasan, gangguan otak, bahkan impotensi, termasuk juga gangguan kehamilan dan janin pada perempuan.

“Itulah sebabnya, sampah baterai ini harus ditangani dengan baik dan benar agar tidak membahayakan lingkungan maupun masyarakat, termasuk diri kita sendiri,” ungkap Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah Environmental Indonesia yang juga pemerhati lingkungan.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved