Rp 700 Juta Hanya Selesai Pondasi Pura, Pemugaran Pura Dadia Arya Kenceng di Desa Sakti

Pemugaran total di Pura Dadia Arya Kenceng ternyata diketahui hanya selesai pondasinya saja. Padahal hibah yang diterima mencapai Rp 700 juta!

Rp 700 Juta Hanya Selesai Pondasi Pura, Pemugaran Pura Dadia Arya Kenceng di Desa Sakti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
LPJ PENERIMA HIBAH - Kadis Kebudayaan, Pemuda, dan Olagraga Klungkung, I Nyoman Mudarta, menunjukkan laporan pertanggungjawaban (Lpj) dari penerima hibah Pura Dadia Arya Kenceng Desa Sakti, Nusa Penida, di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2019). 

"Kami sebelumnya memang sudah khawatir dengan ini. Bahkan setelah hasil monitoring, kami sudah menyurati lima penerima hibah untuk mengembalikan uang ke kas daerah agar tidak menjadi masalah hukum. Hal ini karena pembangunannya tidak selesai, sampai batas waktu yang ditentukan," ungkap Mudarta.

Adapun penerima hibah yang disurati oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga untuk mengembalikan dana hibah ke kas daerah adalah Kelian Pura Dadia Arya Arya Kenceng di Banjar Cubang, Desa Sakti, senilai Rp 700 juta.

Baca: Termakan Isu Kiamat, Warga Ponorogo Jual Tanah dan Rumahnya Rp 20 Juta, Bupati Geleng-geleng Kepala

Baca: Lahir Kamis Pon Uye, Tajam Hatinya, Begini Kehidupannya

Ini merupakan penerima dana hibah terbesar.

Kemudian Kelian Paibon Pasek Gelgel Pegatepan Wani di Banjar Tulad, Desa Batukandik, dengan nilai Rp 36 juta; Kelian Pura Dalem Telaga Sakti, Banjar Batuguling, Desa Batukandik, senilai Rp 36 juta; Kelian Desa Pakraman Gepuh, DesaTanglad, senilai Rp100 juta; dan Paibon Pasek Gelgel di Banjar Pulagan, Desa Kutampi, dengan nilai Rp 27 juta.

"Surat itu kami layangkan per 21 Februari 2019, dan kami minta pengembalian dana hibah ke kas daerah paling lambat dilakukan satu minggu setelah surat diterima. Tapi ternyata hanya dua saja yang mengembalikan dana hibah itu, yakni Kelian Pura Dalem Telaga Sakti senilai Rp 36 juta dan Kelian Pakraman Gepuh di Desa Tanglad senilai Rp 100 juta," jelas Mudarta.

Terkait adanya dugaan penyelewengan dana hibah ini, Mudarta pun mengaku telah didatangi oleh penyidik Tipikor Polda Bali, beberapa hari lalu.

Tim penyidik datang untuk berkoordinasi terkait dana hibah khususnya di Nusa Penida.

Sementara berdasarkan data di Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Klungkung, hingga Rabu (13/3/2019), bendahara bantuan sudah menerima sembilan surat tanda setoran (STS) atau bukti pengembalian dana hibah dengan total uang yang dikembalikan Rp 1.495.500.000 (hampir Rp 1,5 miliar).

Penerima hibah yang sudah mengembalikan dan sudah menyetor STS ke Pemkab Klungkung seperti Panitia Pembangunan Pura Dukuh Suladri Desa Gunaksa sebesar Rp 40 juta, Pura Bale Agung Desa Besan Rp 750 juta, Pura Pasek Gaduh Banjar Pemenang Desa Nyalian Rp 30 juta, Desa Pakraman Gepuh, Nusa Penida Rp 100 juta, Merajan Agung Gelgel, Desa Gelgel Rp 70 juta, Paibon Pasek Gelgel, Banjar Pulagan, Desa Sakti Rp 27 juta, Pura Dalem Telaga Sakti Banjar Batuguling, Desa Batukandik Rp 36 juta, Paibon Arya Kenceng Banjar Tulad, Desa Batukandik Rp 22,5 juta serta Panitia Pembangunan Paibon Arya Kenceng di Dusun Cemulik, Desa Sakti, Nusa Penida Rp 420 juta.

Baca: Fenomena Air Sawah Mendidih di Purbalingga, Apa yang Terjadi?

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini: Hari Keberuntungan Leo, Kabar Baik Menanti Aquarius Petang Nanti

Saling Lapor

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved