Anaknya Dijewer Lantaran Tak Disiplin, Orangtua Hajar Guru SMP Ini hingga Muntah Darah dan Tak Sadar

Pria 32 tahun ini harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah dianiaya wali murid.

Anaknya Dijewer Lantaran Tak Disiplin, Orangtua Hajar Guru SMP Ini hingga Muntah Darah dan Tak Sadar

TRIBUN-BALI.COM - Kekerasan pada guru kembali terjadi di Tanah Air.

Kali ini, korbannya adalah guru SMPN 6 Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, bernama Ahlak Hansyah.

Pria 32 tahun ini harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah dianiaya wali murid.

Dikutip dari Tribun Timur, Harlawan Ahlak Hansyah (32) seorang guru SMPN 6 Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat ditinju orangtua siswa dalam ruangan kelas pada Selasa (12/3/2019).

Baca: VIDEO: Detik-detik Turis Difoto di Nusa Lembongan Disampu Ombak, Terdengar Teriakan Lalu Senyap

Baca: Bocah Ini Disangka Tidur Sambil Pegang Ponsel, Saat Disentuh Sang Nenek Malah Tersetrum dan Histeris

Baca: Belajar dari Kejadian Bocah di NTT, Main Ponsel Sambil Di-charge Bisa Kesetrum dan Tewas Seketika

Wali murid berinisial A tak terima anaknya, FA (14) yang duduk di bangku 7 SMP dihukum dan dijewer karena tak memasukkan baju seragam.

Dikutip dari Kompas.com, pihak sekolah pun mengundang pelaku untuk melakukan mediasi terkait dugaan penganiyaan tersebut.

Heri Ardiansyah, kerabat korban, menceritakan bahwa kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (13/3/2019).

“Awalnya kedua pihak dipertemukan di sekolah yang dimediasi kepala sekolah. Namun belum terjadi mediasi kekerasan itu terjadi hingga korban jatuh setelah dipukul pelaku,” jelas Heri.

Korban dipukul di bagian kepala hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

Lalu dia dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju untuk mendapat perawatan.

Saat di UGD, Harlawan merasa kepalanya tidak bisa digerakkan karena sakit, bahkan dirinya alami muntah darah akibat benturan keras.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah, mengatakan A telah ditangkap dan dijerat pasal 351 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara.

"Tapi untuk sementara, diterapkan pasal 351. Kita juga masih selidiki jika ditemukan bukti keterlibatan orang lain maka diterapkan pasal 170 KHUP," terangnya.

Simak video di atas! (Tribun-Video.com/Aprilia Saraswati)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved