Serangan Brutal di Masjid di Selandia Baru, Bom Rakitan Berhasil Dinetralkan Militer.

Brenton Tarrant menembaki puluhan orang yang sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Noor dan masjid lain di Linwood Avenue.

Serangan Brutal di Masjid di Selandia Baru, Bom Rakitan Berhasil Dinetralkan Militer.
Twitter/BBC
Penembakan massal terjadi di dua masjid di Selandia Baru. 40 korban tewas dan 3 WNI masih belum diketahui keberadaannya. 

TRIBUN-BALI.COM - Alasan Brenton Tarrant melakukan aksi brutal dengan menembaki orang-orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, akhirnya terungkap.

Diketahui, Brenton Tarrant menembaki puluhan orang yang sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Noor dan masjid lain di Linwood Avenue.

Tragedi tersebut menyebabkan 49 orang tewas dan 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

Alasan Tarrant untuk melakukan serangan brutal itu adalah untuk memusnahkan imigran yang dianggapnya penjajah karena 'merebut' tanah yang awalnya ditempati ras kulit putih.

"Menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kami (orang kulit putih) tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kami dan mengganti orang-orang kami ” tulisnya dalam sebuah manifesto yang diunggahnya di akun Twitter, seperti dikutip, news.com.au.

Akun pria asal Grafton Australia ini kini telah dihapus oleh pihak Twitter.

Tarrant mengungkapkan dia telah merencanakan serangan tersebut hingga dua tahun, lalu memutuskan di Christchurch tiga bulan lalu.

Dia mengatakan Selandia Baru bukan pilihan pertamanya untuk menyerang.

Tapi menjelaskan Selandia Baru sebagai "target yang kaya akan suasana yang sama seperti di tempat mana pun di Barat".

"Penyerangan di Selandia Baru akan memusatkan perhatian pada kebenaran serangan terhadap peradaban kami, tidak ada tempat di dunia ini yang aman, para penyerbu berada di semua tanah kami, bahkan di daerah-daerah terpencil di dunia dan tidak ada tempat yang aman dan bebas dari imigrasi," tulis Tarrant dalam menifesto itu.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved