Kisah WNI Mantan Anggota Gengster Amerika, jadi Bandar Narkoba hingga Dideportasi dari AS

Michael Howard (39), Warga Negara Indonesia yang menghabiskan masa remaja di Amerika Serikat (AS) menceritakan kisahnya terjerat dalam pusaran narkoba

Kisah WNI Mantan Anggota Gengster Amerika, jadi Bandar Narkoba hingga Dideportasi dari AS
Ilustrasi. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUN-BALI.COM, SUKOHARJO - Michael Howard (39), Warga Negara Indonesia yang menghabiskan masa remaja di Amerika Serikat (AS) menceritakan kisahnya terjerat dalam pusaran narkoba.

Dia mengaku sudah menggunakan narkoba saat usiannya masih belasan tahun, ketika dia mulai bergabung dengan gengster di negeri Paman Sam itu.

"Saat usia saya 7 Tahun, saya sudah diasramakan, lalu usia 10 tahun saya dibawa ke Amerika, dan saat usia 14 saya mulai ikut bergabung dengan sebuah gengster di sana," katanya saat mengisi Talk Show With Michael Howard di Hotel Best Western Solo Baru, Sabtu (16/3/2019).

Baca: 125 Bonsai Dipamerkan dalam Pameran Bonsai Serangkaian HUT Kota Singaraja

Baca: Sering Diabaikan, Gejala Awal Serangan Jantung Mirip dengan Masuk Angin

Saat bergabung dengan gengster itu, dia mulai mengikuti gaya hidup teman-temannya, termasuk menggunakan narkoba saat usianya masih remaja, termasuk menjadi bandar narkoba dan free sex.

Michael Howard saat mengisi Talk Show With Michael Howard di Hotel Best Western Solo Baru, Sabtu (16/3/2019). 
Michael Howard saat mengisi Talk Show With Michael Howard di Hotel Best Western Solo Baru, Sabtu (16/3/2019).  (TribunSolo.com/Agil Tri  )

Dia mengatakan lebih sering menggunakan sabu, namun untuk bisnisnya dia lebih sering menjual kokain.

Keluar-masuk penjara menjadi hal yang biasa baginya, dia menambahkan sudah masuk penjara sebanyak tiga kali karena kasus narkoba di Amerika Serikat.

Baca: Pertama Kali dalam Sejarah, Dua Kapal Pesiar Sandar di Pelabuhan Benoa

Baca: Dari Kesehatan Mata hingga Mencegah Kanker, 6 Manfaat Konsumsi Kacang Panjang yang Jarang Diketahui

Saat masuk penjara yang ketiga kalinya, Michael merenungkan kembali apa yang telah dia buat.

"Saya overdosis sudah berkali-kali, masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sudah dua kali," katanya.

Dia berusaha keluaran dari lingkaran gelap narkoba, sampai akhirnya dia dideportasi kembali ke Indonesia.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved