Dalam Sambutannya, Duta Besar Kebebasan Beragama & Kepercayaan Denmark Singgung Teror Selandia Baru

Baru saja kita mendapatkan berita terkait pembantaian di New Zealand yang jelas sangat berkaitan dengan apa yang akan kita bicarakan dalam seminar ini

Dalam Sambutannya, Duta Besar Kebebasan Beragama & Kepercayaan Denmark Singgung Teror Selandia Baru
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir tengah berbicang dengan Duta Besar Perwakilan Khusus untuk Kebebasan Beragama atau Kepercayaan, Kerajaan Denmark, H.E. Michael Suhr di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Senin (18/3/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) menggelar seminar regional dan workshop “The Nexus between Freedom of Religion or Belief, and Freedom of Expression in Southeast Asia” di Ayodya Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (18/3/2019) siang.

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir mendukung penuh kegiatan yang menampilkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai moderasi dan sekaligus menghormati kebebasan berekspresi tersebut.

Menurutnya, seminar dan workshop yang selenggarakan Sejuk merupakan bagian dari upaya memberdayakan semua pemangku kepentingan dalam proses meng-ASEAN-kan masyarakat dan memasyarakatkan ASEAN.

"Kita sejak awal mendukung inisiatif seperti ini yang melibatkan semua stakeholder, pemangku kepentingan di dalam menampilkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai moderasi sekaligus juga tetap menghormati kebebasan berekspresi,"

Baca: Korban Bersimbah Darah Lalu Tewas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Tubuhnya Terlempar ke Truk

Baca: Dalam 4 Hari, 20 Penyu Langka Diamankan dalam Dugaan Penyelundupan, TCEC Sebut Modus Perdagangan

"Dan bagus sekali yang menyelenggarakan adalah para jurnalis. Bagusnya lagi bahwa itu tidak hanya melibatkan Indonesia saja tapi juga melibatkan negara-negara Asean lainnya. Menurut saya ini adalah bagian dari upaya kita memberdayakan semua pemangku kepentingan agar ikut dalam proses meng-ASEAN-kan masyarakat dan memasyarakatkan ASEAN," ungkapnya saat ditemui Tribun Bali, Senin (18/3/2019).

Dalam sambutannya, ia berharap pada seminar dan workshop ini para peserta bisa mentransformasikan pengetahuan melalui edukasi, diskusi program kerja media, kampus, atau organisasi, yang jauh dari diskriminasi dan menjunjung tinggi multikulturalisme, toleransi, dan kebebasan berekspresi dalam kaitannya dengan ranah religi.

"Tujuan utama multikulturalisme adalah untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan, termasuk dalam beragama dan mengekspresikan simbol-simbol keagamaan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Sementara Duta Besar Perwakilan Khusus untuk Kebebasan Beragama atau Kepercayaan, Kerajaan Denmark, H.E. Michael Suhr dalam sambutannya menyebutkan pembantaian yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru merupakan teror yang sama dengan teror yang pernah terjadi di Bali.

Baca: WNA Asal Perancis Diamankan Tim Resnarkoba karena Kedapatan Menjadi Pengedar Narkotika

Baca: Wamenlu Buka Suara Pasca Gempa di Lombok Tewaskan 2 WNA

"Baru saja kita mendapatkan berita terkait pembantaian di New Zealand yang jelas sangat berkaitan dengan apa yang akan kita bicarakan dalam seminar ini, keberagaman dan kebebasan berekspresi.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved