Sangat Beracun & Mematikan, 'Tanaman Pembunuh' Manusia Ini Tumbuh di Indonesia lho

Biasa hidup di hutan hujan tropis, tanaman sangat beracun dan mematikan ini dapat ditemukan di Maluku dan wilayah Timur Laut Australia.

Yoyok Prima Maulana
Gympie-gympie. 

TRIBUN-BALI.COM - Pernah mendengar nama tanaman, Gympie-gympie?

Tanaman ini sangat beracun dan mematikan.

Biasa hidup di hutan hujan tropis, ia dapat ditemukan di Maluku dan wilayah Timur Laut Australia. 

Dikutip dari Odittycentral, tanaman ini dikenal sebagai pembunuh anjing, kuda, dan manusia.

Baca: Alasan Pelatih Bali United Tak Turunkan Skuat Terbaiknya, Teco: Jika Kita Paksa Takut Pemain Cedera

Baca: Jenis Bonsai Santigi Ditaksir Laku hingga Rp 300 Juta, Apa Keistimewaannya?

Anda cukup beruntung jika dapat bertahan hidup jika terkena tanaman ini, karena rasa sakit yang timbul bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun.

Tanaman ini memang dikenal sebagai tanaman mematikan

Bahkan jika tanaman ini sudah mengering ratusan tahun, racunnya dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Dapat tumbuh hingga dua meter, Gympie-gympie memiliki daun berbentuk hati berwarna hijau, dan memiliki buah berwarna ungu.

Baca: PT Angkasa Pura I Kerja Sama Konservasi dan Edukasi Lingkungan Hidup dengan WWF Indonesia

Baca: Kisah Ju Wanita Indonesia yang Jadi Korban Kawin Kontrak, Dikasari Suami Hingga Ditahan Polisi China

Setiap daun ditopang oleh batang, yang jika dilihat lebih dekat memiliki bulu halus.

Bulu halus itulah yang digunakan oleh tanaman untuk menyengat dan menyalurkan bisa mematikan ke tubuh korbannya.

Jika anda bersentuhan dengan tanaman itu, bulu-bulu halus tanaman Gympie-gympie akan menembus kulit Anda dan melepaskan racun moroidin.

Kadang-kadang, hanya berada di dekat tanaman itu dan bernapas maka dapat menyebabkan gatal-gatal, ruam, bersin, dan mimisan yang mengerikan.

Baca: Gadis 17 Tahun Asal Pontianak Jadi Korban Kawin Kontrak WN Tiongkok, Kerap Disiksa Kini Dipenjara

Baca: Waspadai Gelombang Capai 4 Meter di Perairan Bali hingga Empat Hari ke Depan

Gympie-gympie seringkali menjadi ancaman bagi para pembuka hutan, surveyor dan penebang kayu.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved