Tanggapi Aksi Penembakan di Selandia Baru, Wakil Menlu Sebut Terorisme Bisa Terjadi di Mana Saja

"Tragedi penembakan yang terjadi di Selandia Baru merupakan sebuah aksi terorisme yang bisa terjadi di mana saja.."

Tanggapi Aksi Penembakan di Selandia Baru, Wakil Menlu Sebut Terorisme Bisa Terjadi di Mana Saja
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir saat ditemui Tribun Bali dalam acara seminar regional dan workshop jurnalis Indonesia, Timor Leste, Asia Tenggara dan Northeast India di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Senin (18/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penembakan massal yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) lalu, menjatuhkan sebanyak 49 korban tewas akibat serangan tembakan brutal tersebut.

Sebanyak 6 orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam aksi penembakan tersebut.

5 WNI dinyatakan selamat, sedangkan 1 orang WNI dinyatakan meninggal dunia.

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir menyebutkan 3 orang WNI terkena tembakan, 2 WNI saat ini tengah dirawat dan 1 WNI dinyatakan meninggal dunia.

Baca: Tes Kepribadian: Ungkap Sifatmu yang Paling Disukai Orang Lain Lewat Bentuk Tangga Pilihanmu

Baca: Sindiran Brigjen Krishna Murti Tentang Mahar Rp 40 Miliar Dari Reino Barack Untuk Syahrini

"Kita tentu sangat kaget dengan apa yang terjadi di New Zealand. Negara yang sangat dikenal dengan negara yang sangat damai. Kejadian itu ada dan tentu kita juga sedih terhadap korbannya termasuk warga kita. Ada 3 orang warga kita yang terkena tembakan. 2 orang masih dirawat. 1 orang lagi meninggal," ungkapnya saat ditemui Tribun Bali dalam acara seminar regional dan workshop jurnalis Indonesia, Timor Leste, Asia Tenggara dan Northeast India di Ayodya Resort, Nusa Dua, Bali, Senin (18/3/2019).

Selain itu, ia menuturkan tragedi penembakan yang terjadi di Selandia Baru merupakan sebuah aksi terorisme yang bisa terjadi di mana saja.

Menurutnya, masalah terorisme ini bukan hanya permasalahan pemerintah tapi seluruh elemen masyarakat juga harus terlibat dalam penanganan dan memerangi aksi terorisme.

Baca: Ada 44.790 Pecalang di Bali, Made Mudra: Dalam Hajatan Politik, Pecalang Harus Netral

Baca: Ini Jadwal Uji Coba Timnas Senior Lawan Bali United di Stadion Kapten Dipta Gianyar

"Tentu tragedi ini menjadi pembelajaran buat kita juga bahwa kita tidak bisa melihat terorisme itu sebagai sesuatu yang biasa dan (ini) bisa terjadi di mana saja,"

"Kita tidak bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang katakanlah hanya bisa ditangani oleh pemerintah saja. Tapi juga ditangani oleh semua elemen masyarakat," jelasnya.

Sementara, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan WNI yang berada di Selandia Baru.

"Kita tentu sudah menyampaikan standar apa yang harus dilakukan oleh perwakilan kita. Termasuk dalam hal ini adalah melakukan pertemuan terhadap semua warga kita. Memberikan semacam imbauan agar mereka waspada di tempat-tempat tertentu,"

"Tapi kita juga meminta agar selalu memerhatikan apa yang selalu menjadi arahan dari pemerintah setempat. Karena bagaimanapun juga ini sudah ditangani oleh pemerintah," tuturnya.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved