Anak Anjing Sering Diajak Bermain dan Berisiko Tularkan Rabies, Vaksinasi Lebih Fokus ke Anak Anjing

Sebanyak 13.735 ekor anjing mendapatkan vaksinasi rabies. Vaksinasi digelar serentak terhadap anjing jalanan dan anjing peliharaan rumah

Anak Anjing Sering Diajak Bermain dan Berisiko Tularkan Rabies, Vaksinasi Lebih Fokus ke Anak Anjing
Humas bidang Keswan Kesmavet
Vaksinasi Rabies oleh Dinas Pertanian dan Pangan di lima keamatan di Jembrana 

Di Kecamatan Mendoyo di Desa Yeh embang Kangin, Delod Berawah, Penyaringan, Yeh Sumbul ada sekitar 4.168 ekor anjing yang divaksin.

Di kecamatan Jembrana, di desa Batuagung dan Dauh Waru ada sekitar 2.446 ekor anjing divaksin.

Ia menuturkan, bahwa vaksinasi rabies ialah dukungan membebaskan Bali dari penyakit rabies.

Tindakan vaksinasi dilakukan, mulai Senin (18/3/2019) kemarin hingga selesai dari target vaksinasi 44.000 anjing.

"Sekitar 44.000 baik di zona merah dan di luar itu. Tahap pertama untuk zona merah ada 26.000 yang divaksinasi. Dan hari ini (kemarin) sudah selesai 13.000," jelasnya.

Baca: Anjing Positif Rabies Kembali Gigit Warga di Klungkung, Tepat Digigit di Area Berisiko Tinggi

Baca: Pemkot Denpasar Bahas Tentang Rabies, Bagaimana Kondisinya Kini?

Pihaknya menyasar anjing jalanan karena sifat anjing jalanan lebih berbahaya. Apalagi anjing yang masih kecil (kuluk).

Kuluk sering kali digigit anjing yang besar dan tertular rabies. Anjing kecil, sering dijadikan mainan oleh anak-anak dan masyarakat.

Itu kemudian menjadi berbahaya. "Dalam beberapa kasus pun ada gigitan anjing kecil yang mengenai anak-anak saat sedang menggendong atau mengelus-elus anjing tersebut," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved