Liga 1

Kesibukan Jokdri dan Proses Pidana, Ini Perkembangan Kasusnya

"Kami komunikasikan hari Rabu. Tetapi setelah kami cek ke penyidik, jadinya hari Senin minggu depan, itu dia baru bisa hadir memenuhi panggilan Polda

Kesibukan Jokdri dan Proses Pidana, Ini Perkembangan Kasusnya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suporter Indonesia menggelar aksi damai menuju lokasi Kongres PSSl 2019 di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Minggu (20/1/2019). Dalam aksinya suporter meminta berantas mafia dan mendukung kinerja satgas anti Mafia Bola. 

Akan tetapi, Jokdri baru bisa menjalani pemeriksaan pada Senin pekan depan.

"Kami komunikasikan hari Rabu. Tetapi setelah kami cek ke penyidik, jadinya hari Senin minggu depan, itu dia baru bisa hadir memenuhi panggilan Polda Metro Jaya," tutur Argo.

Seperti diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor.

Pria asal Ngawi, Jawa Timur, itu ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2/2019) silam.

Dirinya diduga memerintahkan tiga pesuruhnya, yakni Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar untuk merusak barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI.

Dia diduga memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Dalam kasus ini, Jokdri dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasa umum.

Hal itu dimuat dalam Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved