Mengagumkan, Ternyata Tanaman Bisa Membedakan Pemangsa Mereka dan Memperingatkan Tanaman Lain

Sama seperti beberapa makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga telah melalui berbagai evolusi sebagai langkah bertahan hidup.

Mengagumkan, Ternyata Tanaman Bisa Membedakan Pemangsa Mereka dan Memperingatkan Tanaman Lain
Via Tribun Jogya
Ilustrasi penelitian terhadap tumbuhan 

TRIBUN-BALI.COM - Sama seperti beberapa makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga telah melalui berbagai evolusi sebagai langkah bertahan hidup.

Tidak hanya warna, bentuk, atau kemampuan untuk memancing penyerbukan oleh makhluk lainnya, tumbuhan juga mengembangkan kemampuan rasa dan mempertahankan diri.

Tumbuhan mengembangkan duri, racun, hingga mekanisme pertahanan lainnya agar mereka tidak dirusak atau dimangsa oleh makhluk lainnya.

 
Menakjubkan? Ini belum seberapa. Mereka ternyata lebih aktif melawan makhluk herbivora daripada yang kita kira sebelumnya.

Baca: Menurut Pakar, 5 Kunci Ini Bisa Jadi Panduan untuk Mengelola Keuangan yang Sehat Bersama Pasangan

Baca: 20 Tahun Tenar Menjadi Artis, Tak Banyak yang Tahu di Masa Lalu Indra Bruggman Pernah Hidup Susah

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim ahli biologi Leipzig University dan The German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv), mengungkap bahwa tanaman Beech Eropa (Fagus sylvatica) dan Sycamore (Acer pseudoplatanus) dapat membedakan apakah pucuk-pucuk mereka rusak akibat dimakan rusa, manusia, atau karena gangguan lain, seperti badai misalnya.

Para peneliti melaporkan, ketika rusa memakan dedaunan muda mereka, pohon dapat merasakan liur hewan tersebut pada daun yang terluka atau rusak.

Tidak berhenti sampai situ, hal ini kemudian memicu respons pohon untuk memproduksi hormon yang dikenal sebagai asam salisilat.

Hormon tersebut kemudian menyebabkan terjadinya peningkatkan konsentrasi zat tanin pada bagian daun yang rusak.

Zat tanin memiliki rasa yang pahit dan lengket, sehingga bisa membuat rusa tak lagi bernafsu untuk menyantap dedaunan tersebut.

Tidak hanya itu, tanaman kemudian akan dengan segera memproduksi hormon pertumbuhan yang lebih banyak, sehingga tunas yang tersisa dapat tumbuh lebih cepat dan menggantikan bagian yang hilang akibat dimakan hewan.

Baca: Aturan Soal Ojek Online Sudah Terbit, Bagaimana Besaran Tarifnya?

Baca: Anak Anjing Sering Diajak Bermain dan Berisiko Tularkan Rabies, Vaksinasi Lebih Fokus ke Anak Anjing

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved