Perempuan Cenderung Tak Acuh Soal Pensiun, Berikut Hal-Hal yang Harus Diperhatikan untuk Persiapan

Umumnya, perempuan akan membiarkan pasangannya untuk merencanakan persiapan pensiun.

Perempuan Cenderung Tak Acuh Soal Pensiun, Berikut Hal-Hal yang Harus Diperhatikan untuk Persiapan
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi investasi keuangan 

TRIBUN-BALI.COM --- Umumnya, perempuan akan membiarkan pasangannya untuk merencanakan persiapan pensiun.

Nyatanya, saat ini pola pikir pensiun bagi pekerja sudah bergeser, baik pensiun karena usia ataupun pensiun dini

 
Masa sebelumnya, laki-laki umumnya akan menikmati masa pensiun dengan menggeluti hobi dan berbagai kegiatan seperti olahraga dan travelling.

Sementara perempuan yang sudah pensiun atau mengambil pensiun dini cenderung kembali ke kegiatan rumah tangga.

Namun, menurut Presiden Humphreys Group di San Francisco sekaligus penulis buku "Rewriting the Rules: Telling Truths About Women and Money", Diane Bourdo menyatakan, perempuan saat ini cenderung akan lebih produktif di saat mereka pensiun.

Hal ini disebabkan kondisi keuangan perempuan lebih baik dalam satu dekade terakhir.

Baca: Meski Banyak Dicibir, Syahrini Tetap Dapat 5 Hadiah Mewah Ini Dari Reino Barack, Harganya Fantastis

Baca: Hubungan Cintanya dengan Bibi Ardiansyah Dikabarkan Berakhir, Vanessa Angel Beri Tanggapan Ini

Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam hal merencanakan pensiun semakin terlihat.

Sebagaimana dikutip dari Forbes yang dilansir Kompas.com, di AS, Bourdo menyatakan bahwa perempuan menjadi pencari nafkah utama di 40 persen rumah tangga.

Untuk merancang rencana pensiun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan perempuan.

1. Mempertanyakan tujuan hidup saat pensiun nanti

"Seperti apa Anda ingin hidup Anda dalam 10, 20 atau 30 tahun mendatang? Apakah ingin bekerja? Mendapatkan lebih banyak pendidikan? Seorang relawan? Seorang mentor? Apakah Anda akan memulai karir baru atau proyek kreatif? Seberapa sibuk yang Anda inginkan?" kata Bourdo.

Perempuan diminta meluangkan waktu untuk memvisualisasikan bentuk pensiun yang diharapkan.

2. Memvisualisasikan Pensiun dan Memanfaatkan Kekuatan

Poin kedua yang harus dilakukan adalah memanfaatkan kekuatan.

Menurut Bourdo, secara teori, wanita cenderung kurang percaya diri secara finansial, terutama dalam hal berinvestasi.

Namun, berbeda dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kondisi ekonomi perempuan, mereka merasa tertantang untuk ikut berinvestasi.

Baca: Menurut Pakar, 5 Kunci Ini Bisa Jadi Panduan untuk Mengelola Keuangan yang Sehat Bersama Pasangan

Baca: Aturan Soal Ojek Online Sudah Terbit, Bagaimana Besaran Tarifnya?

3. Timbang Profil Risiko

Bourdo mengatakan, investasi banyak macamnya saat ini dan termasuk mudah dilakukan.

Tinggal menimbang profil risiko masing-masing produk.

"Pikirkan tentang kapasitas risiko Anda. Berapa banyak risiko yang dapat Anda ambil, mengingat sumber daya, keahlian, dan rencana Anda, dibandingkan dengan toleransi risiko Anda, seberapa nyaman dalam mengambil risiko investasi," kata Bourdo.

4.  Memikirkan Jenis Saran yang Anda butuhkan

Berdasarkan pengalaman Bourdo, banyak perempuan yang mengajukan pertanyaan sulit mengenai investasi dan menggali data, terutama yang berkaitan dengan berinvestasi untuk masa pensiun mereka.

Sebelum mencapai tahun emas mereka, kata Bourdo, ia biasanya menyarankan para perempuan meminta bantuan penasihat keuangan profesional.

Mereka juga bisa ikut serta dalam proses perencanaan.

Pikirkan tentang tugas apa yang harus didelegasikan dan apa yang harus Anda pertahankan.

5. Rencanakan Masa Pensiun

Rencanakan masa pensiun dengan tepat. Bourdo mengatakan, banyak pakar keuangan menekankan bagaimana isu-isu seperti umur panjang dan kesenjangan upah berdampak pada kesiapan pensiun dan kesehatan finansial bagi perempuan.

"Tapi mungkin faktor yang lebih berbahaya yang membahayakan pensiun wanita adalah kecenderungan kita untuk mengambil tanggung jawab pengasuhan untuk keluarga kita," kata Bourdo.

Baca: Hakim Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet, Begini Reaksi Atiqah Hasiholan

Baca: Rahasia Yuni Shara Tetap Terlihat Awet Muda di Usia 46 Tahun, Ternyata Rajin Meminum Ini Tiap Pagi

6. Tinjau Kondisi Keuangan

Sebagian perempuan terpaksa berhenti bekerja untuk mengurus anak atau mengurus orangtua yang berusia lanjut.

Jika kondisinya seperti saat ini, tinjau kembali anggaran Anda dan lihat celah apakah ada ruang untuk menabung lebih banyak.

Hal termudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan keuangan adalah melacak pendapatan dan pengeluaran, apakah penghasilan sesuai dengan rencana pengeluaran.

"Melacak dan mengelompokkan pengeluaran Anda bisa jadi membosankan dan menakutkan, jadi dekati dengan pola pikir bahwa itu hanya data-data yang diperlukan untuk mengevaluasi apakah Anda harus melakukan perubahan belanja dan cara membuatnya," kata Bourdo.

7. Menyusun Prioritas

Langkahselanjutnya, yakni mempertahankan momentum perencanaan keuangan untuk masa pensiun mendatang.

Berikut beberapa hal yang harus diprioritaskan:

1. Pertimbangkan untuk memperoleh asuransi perawatan jangka panjang, terutama jika punya riwayat keluarga yang memungkinkan Anda berpotensi punya risiko kesehatan di kemudian hari.

2. Gabungkan aset Anda serta ciptakan strategi penarikan pajak yang efisien dan dirasa aman.

Baca: Warung Luh Asriani Raup Omzet Rp 20 Juta Per Bulan di Tukad Bindu, Terdongkrak Penataan di Denpasar

3. Buat anggaran dan rencana pengeluaran. Pastikan Anda memiliki cadangan kas yang solid.

Banyak penasihat keuangan merekomendasikan untuk memiliki simpanan setidaknya tiga hingga enam bulan biaya hidup untuk berjaga-jaga terjadi kondisi darurat.

4. Tentukan kapan mengambil manfaat jaminan kesehatan dan jaminan sosial.

Penasihat Anda dapat membantu Anda membuat keputusan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dan situasi keuangan Anda. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Beberapa Hal Harus Diperhatikan Perempuan untuk Rancang Rencana Pensiun

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved