Pemilu 2019

Bawaslu Bali Minta WNA Masuk DPT Segera Dicoret, Hingga Bicara Oknum Tak Bertanggung Jawab

meminta KPU agar memastikan bahwa warga negara asing tersebut tidak diberikan surat pemberitahuan untuk memilih atau model C6.

Bawaslu Bali Minta WNA Masuk DPT Segera Dicoret, Hingga Bicara Oknum Tak Bertanggung Jawab
TRIBUN BALI/RAGIL ARMANDO
Komisioner Bawaslu Bali, Ketut Rudia: Bawaslu meminta KPU agar memastikan bahwa warga negara asing tersebut tidak diberikan surat pemberitahuan untuk memilih atau model C6. 

Bawaslu Bali Minta WNA Masuk DPT Segera Dicoret, Hingga Bicara Oknum Tak Bertanggung Jawab.memastikan bahwa surat pemberitahuan untuk memilih yang tidak diberikan kepada WNA tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi Bali masih menjadi polemik.

Bawaslu Bali menemukan 91 warga negara asing (WNA) yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Bali, Ketut Rudia mengatakan bahwa WNA yang masuk dalam DPT Pemilu 2019 tersebut tersebar di seluruh Bali.

Terkait dengan temuan WNA masuk dalam DPT tersebut, jelas Rudia, Bawaslu Provinsi Bali telah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Provinsi Bali.

Baca: Siap-siap! Ini Jadwal UTBK 2019 Kampus Unud, Prosesnya Dimulai 1 Maret

Baca: Ini Sebaran 91 WNA yang Masuk DPT di Bali Versi Bawaslu Provinsi, dari Jepang Paling Banyak

Pertama, meminta KPU agar memastikan bahwa warga negara asing tersebut tidak diberikan surat pemberitahuan untuk memilih atau model C6.

Kedua, memastikan bahwa surat pemberitahuan untuk memilih yang tidak diberikan kepada WNA tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dari data tersebut, mayoritas ada di Kota Denpasar, yakni sebanyak 36 WNA.

Namun, yang paling banyak ada di Kota Denpasar, yakni sebesar 36 WNA.

Sementara di Kabupaten Badung ada 15 WNA masuk dalam DPT.

Di Kabupaten Tabanan ada 10 WNA, Kabupaten Bangli ada 4, Kabupaten Karangasem ada 2, Kabupaten Gianyar ada 12 WNA, di Kabupaten Buleleng ada 9 WNA, dan di Kabupaten Klungkung ada 2 WNA masuk DPT.

Sementara warga negara asing terbanyak yang masuk DPT dari negara Jepang.

“Warga negara yang banyak yakni dari Jepang. Di Klungkung dua-dua dari Jepang. Di Badung dari 15 WNA, ada 9 dari Jepang. Di Tabanan dari 10 WNA, 4 orang dari Jepang. Bangli dari 4 WNA, dua dari Jepang. Kabupaten Karangasem dari 2 WNA, satunya dari Jepang, sisanya dari Perancis. Jadi paling banyak dari Jepang,” kata Rudia, Rabu (20/3/2019). (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved