Pemilu 2019

KPU Bali Tak Mau Gegabah Main Coret, Ini Langkah yang Diambil Terkait WNA Terdaftar di DPT

“Kami ingin memastikan DPT itu bersih, valid dan berkualitas. Supaya ini tidak menjadi bahan sengketa nanti,”

KPU Bali Tak Mau Gegabah Main Coret, Ini Langkah yang Diambil Terkait WNA Terdaftar di DPT
Tribun Bali/Rizal Fanany
(Ilustrasi) Jangan Golput - Belasan anak muda antusias mengikuti lomba mural yang digelar KPU Bali di tembok belakang SMAN 1 Denpasar, Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Minggu (17/3/2019). Karya mural yang dihasilkan, mengajak masyarakat untuk tidak Golput. 

KPU Bali Tak Mau Gegabah Main Coret, Ini Langkah yang Diambil Terkait WNA Terdaftar di DPT. “Kami ingin memastikan DPT itu bersih, valid dan berkualitas. Supaya ini tidak menjadi bahan sengketa nanti,” 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KPU Provinsi Bali kembali segera mencoret warga negara asing (WNA) yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Sebanyak 64 WNA segera dicoret. “Yang 68 juga sudah valid akan kami coret. Tinggal kami memastikan dari Bawaslu. Kami masih korscek. Kalau memang benar yang bersangkutan itu WNA, kami coret. Bawaslu juga sudah melakukan verifikasi faktual. Kami juga memastikan dengan berkoordinasi dengan Disdukcapil,” kata Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya.

Menurutnya, saat ini sedang dalam proses. “Kami ingin memastikan DPT itu bersih, valid dan berkualitas. Supaya ini tidak menjadi bahan sengketa nanti,” ujarnya.

Dikatakannya, KPU memang tidak boleh memasukkan orang yang tidak memenuhi syarat ke dalam DPT.

Baca: Siap-siap! Ini Jadwal UTBK 2019 Kampus Unud, Prosesnya Dimulai 1 Maret

Baca: Bawaslu Bali Minta WNA Masuk DPT Segera Dicoret, Hingga Bicara Oknum Tak Bertanggung Jawab

Baca: Ini Sebaran 91 WNA yang Masuk DPT di Bali Versi Bawaslu Provinsi, dari Jepang Paling Banyak

Baca: Siap-siap! Ini Jadwal UTBK 2019 Kampus Unud, Prosesnya Dimulai 1 Maret

"Dan faktanya di Bali ini memang ada WNA yang masuk ke dalam DPT. “Ini kami sudah melakukan penyisiran,” jelasnya.

Dijelaskan, KPU RI mengirim dua kali data WNA yang diduga masuk DPT. Yang pertama berjumlah 34 WNA, dan yang kedua sebanyak 68 WNA.

Agus Darmasanjaya mengatakan, yang 34 sudah dilakukan verifikasi faktual oleh KPU kabupaten/kota.

Hasilnya ke-34 memang WNA. Sedangkan yang 68, kata dia, kini sedang dilakukan penyisiran oleh KPU kabupaten/kota.

“Dua kali data yang diberikan oleh KPU RI kami sandingkan lagi dengan data-data dari Disdukcapil. Jadi WNA yang mempunyai e-KTP kami sandingkan dengan DPT. Nanti akan ketemu. Bawaslu kabupaten/kota juga melakukan penyisiran terhadap DPT,” paparnya.

Menurut mantan Ketua KPU Kabupaten Jembrana ini, pihaknya juga tidak ingin melakukan kesalahan mencoret seseorang dari DPT.

Misalnya jangan sampai diduga WNA ternyata seorang WNI, lalu dicoret dari DPT.

“Itu tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin teledor mencoret seseorang dari DPT karena itu merupakan perbuatan pidana,” tukasnya.

Ia mengatakan, persoalan WNA masuk DPT akan segera diselesaikan. “Mudah-mudahan setelah pleno DPTb akan segera selesai,” tegasnya.

Menurut Agus Darmasanjaya, tapat pleno DPTb di KPU Provinsi Bali akan digelar 21. “Kalau semua sudah fix, WNA yang masuk DPT itu akan kami coret,” tandasnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved