Dharma Wacana

Otonan Bertepatan dengan Purnama Disebut Istimewa, Ini Upakara Yang Bisa Dilakukan

Orang yang meoton di hari Purnama harus bisa mengendalikan energi negatif untuk dijadikan energi positif.

Otonan Bertepatan dengan Purnama Disebut Istimewa, Ini Upakara Yang Bisa Dilakukan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pengunjung Pantai Sanur, Denpasar sedang melihat bulan pada Senin (14/11/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Om swastiastu ratu, tyang metaken indik oton.

Sane sampun margiang tyang wntah tyang ngaryanan praspengambean lan biakaonan, ne mangkin oton tiang pas ring purnama, napi wenten banten tambahan, suksme, +6282144235xxx

Baca: Purnama Kadasa Merupakan Inti dari Purnama, Lakukan Ini

Jawaban Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda (TRIBUN BALI)

Oton di Purnama selalu dikatakan istimewa.

Tapi kalau kita lihat dari segi fakta pedewasan atau astronomi, ketika purnama itu kan gravitasi (gaya tarik-menarik) antara bumi dan bulan lebih besar dari hari biasa.

Sehingga dengan demikian aspek air lebih banyak ditarik ke permukaan.

Jadi, orang-orang yang meoton di hari Purnama itu bukan keistimewaan.

Justru menimbulkan energi positif dan negatif yang besar pada dirinya.

Orang yang meoton di hari Purnama harus bisa mengendalikan energi negatif untuk dijadikan energi positif.

Karena itu, dalam banten oton bisa ditambahkan dengan be guling.

Kalau tidak bisa dengan guling babi, boleh saja dengan guling ayam. (*)

 Dharma wacana ini pernah diterbitkan Tribun Bali pada September 2016 dengan judul : Otonan Bertepatan dengan Purnama, Apa Upakaranya?

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved