Perbekel Sebatu Meninggal Dunia saat Akan Menangkap Ayam, Istri: Tak Menyangka Secepat Ini

Udara dingin dengan hujan lebat yang mengguyur Banjar/Desa Sebatu, Tegalalang, menambah suasana duka Ni Gusti Ayu Kadek Sri Rejeki, Selasa (19/3).

Perbekel Sebatu Meninggal Dunia saat Akan Menangkap Ayam, Istri: Tak Menyangka Secepat Ini
ist/dok FB
Perbekel Sebatu, I Wayan Pasek Yusabawa. 

Namun ketika berusaha menangkap seekor ayam, yang mengganggu ayam kurungannya, Yusabawa tiba-tiba terjatuh dan pingsan, Senin (18/3) pukul 19.00 Wita.

Melihat kondisi suaminya tersebut, Sri Rejeki bersama kedua putranya melarikan Yusabawa ke puskesmas.

Pihak puskesmas mendiagnosa pembuluh darah suaminya pecah, lantaran tensinya mencapai 250 mmGh.

Karena keterbatasan alat medis, suaminya yang masih dalam kondisi pingsan langsung dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar.

Sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa Yusabawa tak tertolong, Selasa (19/3) pukul 13.00 Wita.

“Kata pihak puskesmas dan rumah sakit, tensinya tinggi dan pembuluh darahnya sudah pecah. Bapak meninggal sekitar jam satu tadi (kamarin),” ujarnya.

Sri Rejeki mengaku dirinya, dan keluarga sangat terpukul dengan hal tersebut.

Terlebih, selama ini suaminya tak pernah menunjukkan tanda-tanda memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

Biasanya, orang yang memiliki penyakit tersebut mudah tersulut emosi dan suka marah-marah.

Namun selama ini, sifat suaminya sangat penyabar dan tidak sekalipun pernah marah.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved