Airport Security Committee Bandara Ngurah Rai Koordinasi Peningkatan Keamanan Jelang Pemilu 2019

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melakukan penyesuaian terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut

Airport Security Committee Bandara Ngurah Rai Koordinasi Peningkatan Keamanan Jelang Pemilu 2019
Communication and Legal Section AP I Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai
Manajemen Bandara bersama sejumlah stakeholder terkait bidang keamanan bandara membahas peningkatan keamanan bandara dalam rapat rutin Airport Security Committee (ASC) I Tahun 2019, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden 2019 (Pilpres 2019) dan Pemilihan Umum Legislatif 2019 (Pileg 2019) yang akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turut melakukan penyesuaian terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut.

Berkedudukan sebagai objek vital transportasi nasional, bandara merupakan wilayah strategis yang harus dilindungi dari gangguan keamanan. 

Menyesuaikan dengan potensi gangguan keamanan yang dapat muncul selama pra dan pasca penyelenggaraan kontestasi politik tersebut, Manajemen Bandara bersama sejumlah stakeholder terkait bidang keamanan bandara, duduk bersama untuk membahas peningkatan keamanan bandara dalam rapat rutin Airport Security Committee (ASC) I Tahun 2019, Selasa (19/3/2019).

Baca: Vakum 7 Tahun, Westlife Bakal Reunian di Indonesia! Catat Tanggalnya

Baca: PCX Modification Contest Wadahi Kreativitas Modifikator dan Komunitas Honda

Rapat yang digelar di Hotel Patra Jasa tersebut, dihadiri oleh sejumlah instansi, di antaranya PT Angkasa Pura I (Persero), TNI Angkatan Udara, Kepolisian Sektor Kawasan Udara Ngurah Rai, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Bali, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, mengatakan tentang pentingnya keamanan bandara. 

“Keamanan merupakan suatu hal yang sangat fundamental, khususnya bagi operasional bandara. Jika masalah security sudah terganggu, maka akan mengganggu sisi operasional bandara lainnya. Sehingga kami memandang penting forum seperti ini,” jelas Haruman.

Baca: Masa Lalu Kelam Annisa Trihapsari Jadi Bagian Keluarga Cendana Namun Tersingkir Karena Istri Pertama

Baca: 10 Cara Ini Bisa Kamu Terapkan jika Ingin Produktif saat Bekerja di Rumah

Momentum kali ini menjadi sangat penting.

Beberapa kejadian skala dunia seperti tragedi penembakan di New Zealand, serta saat-saat menjelang pemilihan umum yang berpotensi akan timbulnya gangguan keamanan, merupakan momentum yang perlu disikapi secara khusus, terutama menyangkut keamanan bandara serta keamanan penerbangan.

“Tentunya ini merupakan momentum yang perlu kita kawal bersama, khususnya di lingkungan bandara,” ujar Haruman.

Baca: Punya Karakter Paling Menonjol & Unik! Apakah Kamu Termasuk 6 Zodiak Ini?

Baca: Laporan Masuk ke Ombudsman 10 Ribu Lebih, Tak Semuanya Dapat Diproses

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Airport Security Department Head I Made Sudiarta, disampaikan mengenai kesiapan aspek keamanan bandara, baik dari sisi personel maupun peralatan utama dan pendukung.

"Personel Avsec sebanyak 1168 personel. Kami juga telah menerapkan MoU (Memorandum of Understanding) dengan TNI AU dengan bantuan personel 40 orang. Sementara dari Polsek KP3, 43 orang baik itu pengamanan di sisi udara dan sisi darat. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami juga dapat meminta bantuan dari Polda Bali untuk unit K9, serta bantuan Pecalang untuk mengamankan approach light di sebelah timur bandara,” jelas Made Sudiarta.

Untuk kelengkapan peralatan telah disiapkan sejumlah peralatan keamanan, di antaranya x-ray scanner, explosive detection system, alat pendeteksi logam, body scanner, walkthrough body scanner, serta CCTV yang tersebar di berbagai titik di bandara.

Baca: Seberapa Ampuh Berkesenian Dapat Menghilangkan Stres?

Baca: 2100 Celemek Dibagikan Kepada Pedagang untuk Peresmian Pasar Badung

Sesuai dengan isi dari Undang Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penyampaian pendapat di depan umum dapat dilaksanakan di tempat terbuka umum, kecuali objek vital nasional, termasuk di dalam bandara.

Hal tersebut diperkuat juga dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan No. 15 Tahun 2017 tentang Larangan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Objek-Objek Vital Transportasi Nasional. 

Mengantisipasi adanya potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi pada masa pelaksanaan pemilu, keamanan di sisi darat yang masih berada dalam radius pagar Daerah Lingkungan Kerja (DLKR) Bandara akan ditingkatkan seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilu.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved