Persiapan Porprov Bali 2019, Asprov PSSI Akan Gelar Fitness Test Wasit

Asprov PSSI Bali menggelar fitness test wasit sepak bola untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 di Tabanan

Persiapan Porprov Bali 2019, Asprov PSSI Akan Gelar Fitness Test Wasit
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Gede Made Anom Prenatha di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Asprov PSSI Bali menggelar fitness test wasit sepak bola untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 di Tabanan.

Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali, Gede Made Anom Prenatha mengatakan menjelang berlangsungnya pesta olahraga provinsi Bali tersebut, Asprov PSSI Bali pun akan menggelar fitness test wasit yang bertujuan untuk mencari wasit terbaik untuk Porprov Bali 2019.

“Mengingat Porprov Bali adalah ajang yang bergengsi di Bali karena itu merupakan ajang masing-masing daerah, kami dari awal mesti menyiapkan SDM yang memadai terutama di perangkat pertandingan, jadi dengan hal seperti itu Asprov PSSI Bali mengadakan fitness test wasit sepak bola untuk wasit C2 provinsi dan C1 nasional, itu nanti akan dilaksanakan di Stadion Mayor Metra Singaraja pada Sabtu 23 Maret 2019 jam 8 pagi sampai selesai, dimana instrukturnya adalah Pak Wayan Artanayasa,“ ucapnya pada Tribun Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Rabu (20/3/2019).

Baca: Tampilkan Panorama Keindahan Alam, D`Tukad jadi Objek Wisata Baru di Banjar Sayan Tua

Baca: Sempat Leading Dulu, Bali United Tahan Imbang Timnas Senior 1-1

Ia mengatakan bahwa kondisi fisik wasit memiliki pengaruh dalam suatu pertandingan karena posisi wasit saat pertandingan harus berada dekat dengan bola, sehingga wasit yang bertugas semestinya memiliki stamina yang lebih bagus dari para pemain.

“Sangat berpengaruh mengingat wasit itu mesti  berada di dekat bola dan dekat dengan kejadian jadi otomatis stamina wasit itu semestinya harus lebih bagus daripada stamina pemain, karena wasit itu menguasai semua area lapangan jadi wasit harus ada di posisi terdekat dengan bola dan kejadian,“ ucapnya.

Ia berharap semua wasit sepak bola Bali yang memiliki lisensi C2 maupun C1 dapat mengikuti kegiatan itu.

Ia juga berkata akan mencari kurang lebih 10-15 wasit sepak bola terbaik untuk Porprov Bali 2019 nanti.

Baca: Tantangan Menjadikan Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Penuhi Standar Keamanan

Baca: Arapenta Berharap Timnas U-23 Lolos Piala Asia

“Kami harapkan sih sebanyak-banyaknya wasit sepak bola Bali yang mempunyai lisensi C2 dan C1 ikut kegiatan tersebut, kalau saya lihat Wasit Bali yang mempunyai C2 dan C1 ini sekitar 40 an orang. Kami akan mencari yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan nanti di Tabanan, tapi yang jelas dari hasil test ini kan kita rangking, ada rangking satu sampai sekian, kalau misalnya kita butuh wasit 10 berarti yang kita ambil itu rangking 1 sampai 10, demikian juga kalau kita butuh 15 wasit jadi rangking 1 sampai 15 yang kita ambil, seperti itu nanti,” katanya.

Fitness test wasit sepak bola pun akan menguji daya tahan, fisik, maupun stamina dari para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Anom berkata setelah fitness test wasit sepak bola itu selesai akan dikeluarkan SK untuk para wasit yang akan bertugas di pertandingan sepak bola pada Porprov Bali 2019 nanti.

Para wasit tersebut pun diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik di Porprov Bali 2019 nanti.

Baca: Sandria Sempat Kewalahan di Menit Awal, Pengalaman Menarik Lawan Timnas U-22

Baca: Pelatih Timnas Thailand Sesumbar Paling Rileks, Sebut Indonesia yang Sangat Tertekan

“Di tahun 2017 saya rasa sih masih ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki karena ada protes kemarin dari beberapa kabupaten, jadi tahun ini mudah-mudahan bisa kita benahi semuanya. Biasanya kalau tahun lalu protesnya masalah kepemimpinan yang tidak adil artinya masih memihak, ada yang bilang memihak kabupaten ini dan kabupaten itu, tapi kami tahun ini pastikan bahwa penugasan wasit berdasarkan SK nanti, jadi tidak ada perubahan wasit H-1 atau beberapa jam sebelum pertandingan, jadi itu tidak akan ada lagi. SK untuk perangkat pertandingan kita akan buat di awal, kecuali wasit itu berhalangan karena mengalami kecelakaan, ada kematian atau alasan kemanusiaan lainnya, baru boleh mengajukan untuk pergantian, tapi kalau tidak ada hal-hal yang urgen atau mendesak itu tidak boleh. Tahun 2017 itu ada saja kejadian seperti itu, mungkin karena halangan sedikit misal contohnya telat atau apa itu minta diganti,itu tidak boleh lagi nanti,” katanya.

Anom berujar jika ada wasit yang kinerjanya tidak bagus saat bertugas di Porprov Bali 2019 maka kemungkinan wasit tersebut akan mendapatkan sanksi berupa diistirahatkan sementara.

“Kalau sanksinya lebih kepada penugasan selanjutnya, jadi biasanya di sana dievaluasi terkait dengan kinerja mereka yang ke depannya, kalau memang kinerja gak bagus otomatis untuk penugasan pertandingan selanjutnya kan bisa diistirahatkan dulu sampai nanti dia memperbaiki kinerjanya, itu saja sih biasanya,” katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved