Aksi di Tugu Singa Ambara Raja, Mahasiswa API Suarakan Keprihatinan Tragedi di Selandia Baru

Aksi penembakan masjid di Selandia Baru hingga menyebabkan puluhan warga meninggal dunia, mendapatkan kecaman dari sejumlah mahasiswa

Aksi di Tugu Singa Ambara Raja, Mahasiswa API Suarakan Keprihatinan Tragedi di Selandia Baru
TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API) menggelar aksi damai di depan tugu Singa Ambara Raja, Jumat (22/3/2019). 

Aksi di Tugu Singa Ambara Raja, Mahasiswa API Suarakan Keprihatinan Tragedi di Selandia Baru

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aksi penembakan masjid di Selandia Baru hingga menyebabkan puluhan warga meninggal dunia, mendapatkan kecaman dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API).

Jumat (22/3/2019), puluhan mahasiswa itu pun berkumpul di depan tugu Singa Ambara Raja untuk menggelar aksi damai.

Dari pantauan di lokasi, aksi damai ini mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polres Buleleng.

Sejumlah mahasiswa itu membentangkan sejumlah spanduk, melakukan orasi, serta melakukan teaterikal, yang pada intinya mengecam aksi radikal tersebut.

Baca: Begal Payudara Bikin Resah, Guru L Jadi Korbannya, Saat Itu Hujan, Saya Dipepet Langsung Diremas

Baca: Setelah Buang Kondom Pelajar Ini Langsung Digerebek, Warga Sita 12 Kondom, Saya Akan Nikahi Korban

Baca: 2 Tahun Jalani Cinta Terlarang, Oknum Brigadir Sewa Dua Algojo Habisi Nyawa Pengusaha Tembakau

Setelah menggelar aksi damai di depan tugu Singa Ambara Raja, rombongan pemuda itu kemudian berjalan kaki menuju ke Kantor DPRD Buleleng.

Kedatangan mereka diterima oleh Sekretaris DPRD Buleleng, Dewa Ketut Manuaba.

Ketua Koordinator Lapangan, Diki Wahyudi mengatakan, pihaknya mengecam tragedi penembakan yang terjadi di Selandia Baru, sebab aksi tersebut dinilai tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Mahasiswa mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan beredarnya video live dari aksi penembakan itu.

"Kami API melihat bahwa video itu bisa menjadi salah satu sumbu timbulnya paham-paham radikalisme, terorisme dan intoleran," terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved