Dari Overstay hingga Dugaan Terlibat Prostitusi di Kuta, Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai Deportasi 9 WNA

9 warga negara asing (WNA) asal Uganda, Kongo dan Madagaskar dideportasi oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai

Dari Overstay hingga Dugaan Terlibat Prostitusi di Kuta, Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai Deportasi 9 WNA
Tribun Bali/Rino Gale
Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai merilis kasus deportasi terhadap lima WNA asal Kongo, Uganda dan Nigeria di lantai 3 Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai, Jalan Raya Taman Jimbaran No 1, Kutsel, Badung, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - 9 warga negara asing (WNA) asal Uganda, Kongo dan Madagaskar dideportasi oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai dikarenakan overstay dan juga diduga melakukan kegiatan portitusi di wilayah Kuta.

Hali ini disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1, Amran Aris.

Dikatakan, Imigrasi melakukan tindakan administratif keimigrasian kepada 9 WNA tersebut berupa pendeportasian terhadap enam orang dan tiga orang lainya masih menunggu proses administrasi untuk dideportasi.

Selain itu, imigrasi juga sedang menunggu proses deportasi terhadap satu orang asing karena overstay, dan satu orang asing yang tidak memiliki paspor.

Baca: Pengumuman Hasil SNMPTN 2019 Dimajukan, Cek Nama Kamu di Link Ini

Baca: Identitas Polisi Gadungan Ini Terbongkar, Setelah Sebar Foto Syur Gadis Idamannya Karena Cemburu

"Total yang kami tunjukkan ini ada lima yang masih ditahan, sisanya sudah kami lakukan deportasi ke negara mereka masing-masing," ujarnya saat ditemui di Lantai 3 Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai, Jalan Raya Taman Jimbaran No 1, Kutsel, Badung, Jumat (22/3/2019).

5 WNA yang dideportasi karena overstay yakni SOK asal Kongo, overstay 4 tahun 3 bulan; BE asal Uganda overstay 45 hari; NM asal Uganda, overstay 334 hari; CKN asal Nigeria (tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah); dan JOO asal Nigeria, overstay 251 hari.

Tidak hanya overstay, Amran mengungkapkan, WNA tersebut ada yang melakukan kegiatan protitusi di wilayah Legian, Kuta.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak imigrasi, banyak warga sekitar yang resah terhadap kelakukan mereka.

Baca: 238 Kg Bahan Pengenyal Berboraks Disita Loka POM Buleleng

Baca: Mencegah Obesitas Hingga Penyakit Jantung, Ini Berbagai Khasiat Bawang Merah

Hingga akhirnya imigrasi bekerja sama dengan Kelurahan Kuta untuk melakukan penangkapan.

"Karena ada warga yang resah terhadap kelakuan mereka, ternyata benar paspor mereka overstay dan kami menduga bahwa mereka melakukan kegiatan protitusi di Jalan Legian setiap subuh sekitar pukul 03.00 Wita. Karena sekitar subuh kan banyak bule-bule yang mabuk dan mereka langsung menawarkan jasanya di situ," ujarnya.

Lanjutnya, imigrasi akan melakukan pengawasan terhadap WNA lainnya yang melakukan tindakan prostitusi.

"Kami akan melakukan pengawasan terus. Karena kebanyakan mereka lari dari Jakarta dan kemudian menyusuri tempat-tempat di Bali. Di lain sisi untuk memasuki ruang lingkup mereka agak susah, terlalu bahaya dan mudah ketahuan. Kami akan pelan-pelan untuk mengawasi hal seperti ini," tegasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved