Penyembuhan TBC Butuh Waktu Enam Bulan, Jangan Putus Obat, Ini Dampaknya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan proses pengobatan penyakit Tuberkolosis (TBC) membutuhkan waktu cukup panjang

Penyembuhan TBC Butuh Waktu Enam Bulan, Jangan Putus Obat, Ini Dampaknya
Humas Pemkot Denpasar
Pemberian bantuan pada penderita TBC 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan proses pengobatan penyakit Tuberkolosis (TBC) membutuhkan waktu cukup panjang selama 6 bulan.

TBC ini juga merupakan penyakit menular dan bukan penyakit turunan.

Untuk itu, penderita harus benar-benar sembuh setelah melakukan proses pengobatan.

Untuk itu dalam mengawasi minum obat bagi penderita TBC harus mempunyai Pengawas Minum Obat (PMO) dari keluarganya sendiri.

Dengan demikian diharapkan tidak terjadi putus minum obat yang dampaknya akan menjadi resistan.

Baca: Kenali HIV dan TBC Lebih Dekat

Baca: Waspada TB, Pembunuh Sadis yang Tak Kenal Kaya atau Miskin

"Bila dalam jangka waktu 6 bulan penderita sampai putus minum obat, akan menyebabkan penyakit menjadi resistan (kebal). Untuk itu saya berharap penderita benar-benar mengikuti proses minum sampai tuntas,"Armini saat memberikan bantuan sembako pada 100 penderita TBC di Kota Denpasar, Jumat (22/3/2019) di Kantor PPTI Cabang Kota Denpasar.

Penyakit TBC itu bisa disembuhkan secara total bila mengikuti proses pengobatan dengan benar.

Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar, dr. I Made Sudhana Satrigraha mengatakan pihaknya memberikan pendampingan pada penderita dengan menyosialisasikan minum obat pada yang tepat yakni PMO (pengawas penelan obat).

Baca: Tradisi Ngerebeg di Kediri Tabanan Akan Ditetapkan sebagai WBTB Tahun Ini

Baca: Fotografer yang Kerap Memotret Pengantin Ini Ceritakan Kesulitan Memotret Lucinta Luna

Ia mengharapkan penderita TBC meminum obat dalam jangka waktu cukup panjang, yaitu enam bulan secara berkesinambungan, atau tidak boleh berhenti sebelum waktu yang ditentukan tersebut.

"Saya harapkan semua penderita TB mengikuti aturan dalam meminum obat. Sedangkan untuk PMO benar-benar melakukan pengawasan terhadap penderita TB sehingga dapat mengikuti aturan dalam minum obat," ujarnya.

Sudhana juga berharap peran masyarakat untuk turut menyosialisasikan dalam pencegahan TBC.

Baca: Dalam Peresmian Pasar Badung Kemarin, Jokowi Singgung Pemilu dan Ingatkan Ini untuk Masyarakat Bali 

Menurutnya, diakhir tahun 2018 jumlah penderita TBC mengalami penurunan menjadi 1328 penderita dibandingkan pada akhir tahun 2017 sebanyak 1454 penderita.

Meski demikian Sudhana berharap petugas PPTI bersama petugas kesehatan terus melakukan pengawasan sehingga Denpasar benar-benar terbebas dari TBC. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved